1. News
  2. Adventure
  3. 19. Panduan Singkat Membuat Dapur Umum yang Multiguna

19. Panduan Singkat Membuat Dapur Umum yang Multiguna

19.-panduan-singkat-membuat-dapur-umum-yang-multiguna
19. Panduan Singkat Membuat Dapur Umum yang Multiguna

Wartapalaindonesia.com, EDUKASI – Artikel ini merupakan isi bab ketiga dari buku “Cara Menjadi Relawan Garis Depan di Lokasi Gempa”. Bab tiga berjudul Kegiatan Kemanusiaan di Desa Focus Area. Berisi 14 artikel (nomor 14 hingga 28).

Buku ini ditulis oleh Ahyar Stone. (Pemimpin Redaksi Wartapala. Anggota Dewan Pengarah SARMMI). Terbit pertama Januari 2024. Penerbit Jasmine Solo, Jawa Tengah. Buku ini diterbitkan atas kerja sama Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Wartapala, SARMMI. Selamat membaca. (Redaksi).

a. Dapur Umum adalah Solusi Multiguna
Syarat dasar seorang relawan garis depan adalah mampu survive di kondisi apa pun. Meski begitu, bukan berarti relawan garis depan tak butuh masakan dengan racikan bumbu yang pas di lidah.

Tetapi karena di desa terpencil dan terisolir yang menjadi focus area banyak yang harus dikerjakan — dan sebagian besar menuntut segera dirampungkan — alangkah ruginya kalau waktu kerja relawan garis depan tersita untuk merajang sayuran, meracik bumbu, membuat sambal, memasak air dan menunggu nasi matang.

Solusi yang mujarab adalah membuat dapur umum. Solusi ini dijamin praktis dan multiguna. Maksudnya mudah dilakukan dan berguna bagi relawan dan warga yang didampingi.

Dapur umum di desa focus area bermanfaat pula bagi warga desa tetangga yang kebetulan lewat. Juga bermanfaat bagi relawan lain yang datang mengantar bantuan. Relawan yang mengantar bantuan, biasanya malah belum makan siang. Mencari warung makan di perjalanan biasanya cukup sulit pada fase tanggap darurat.

b. Ajak Ibu-ibu
Langkah pertama mendirikan dapur umum adalah mendatangi beberapa ibu yang mengungsi di dekat posko kemanusiaan. Atau ibu-ibu yang sering mampir ke posko kemanusiaan.

Kepada mereka sampaikan rencana mendirikan dapur umum. Mereka biasanya bersedia diajak mendirikan dapur umum.

Menu masakan setiap hari diserahkan ke ibu-ibu yang siap mengelola dapur umum. Jadwal giliran kerja di dapur umum, biarkan mereka pula yang mengatur.

Semua bahan yang diperlukan dapur umum, disediakan oleh relawan garis depan.

Untuk peralatan masak dan alat makan, pinjam ke ibu-ibu. Termasuk pinjam kompor gas kalau mereka ada. Kalau mereka punya tabung gas, tetapi tertimbun puing tembok rumah. Nah, ini menjadi pekerjaan relawan garis depan untuk evakuasi tabung gas elpiji.

Untuk memberi semangat ibu-ibu, tiap selesai masak mereka boleh membawa pulang nasi lengkap dengan lauk pauknya. Bila ibu-ibu ini minta misalnya minyak goreng, gula, atau tikar plastik untuk keluarganya di tenda, beri saja.

Ingat, ibu-ibu itu adalah korban gempa, tetapi masih mau membantu orang lain dan meringankan pekerjaan relawan garis depan.Jadi, tidak masalah ibu-ibu peduli ini diberi lebih banyak bantuan dibanding warga lain di desa focus area.

Begitu halnya jika relawan garis depan membeli tabung gas baru, teko besar, wajan besar dan panci besar untuk dapur umum, barang-barang ini boleh diwariskan ke ibu-ibu peduli tadi.

c. Dapur Umum 24 Jam
Lokasi paling cocok untuk mendirikan dapur umum adalah di posko kemanusiaan, karena disamping menjadi pusat keramaian, akses ke bahan pangan yang disimpan di posko juga lebih mudah. Setelah dapur umum dibuka, siarkan ke warga.

Dapur umum sebaiknya beroperasi 24 jam. Siapa saja yang mau sarapan, makan siang, makan malam, atau sekedar ngopi, dipersilahkan.

Setelah sehari dibuka, yang datang hendak makan pasti banyak. Ibu yang mau membantu juga bertambah. Tetapi walaupun dapur umum buka 24 jam, ibu-ibu tidak bekerja sampai malam. Mereka hanya kerja masak pagi sampai sore.

Beberapa pemuda biasanya juga ikut menawarkan diri membantu mengangkut air, dan menjaga dapur umum pada malam hari.

Tak ketinggalan anak-anak juga mulai meramaikan aktivitas di dapur umum. Anak-anak ini dengan riang akan beramai-ramai mengumpulkan piring kotor, menyapu halaman dapur umum dan adu cepat mencari gelas plastik air mineral yang isinya sudah diminum.

Biarkan saja anak-anak membantu. Mereka menemukan keasyikan sendiri dapat membantu relawan garis depan di desanya. Relawan garis depan cukup memastikan, bocah-bocah bersemangat ini tidak membolos dari sekolah darurat. (as).

18. Cara Menyelenggarakan TPA Darurat

Foto || SARMMI (SAR Mapala Muhammadiyah Indonesia)
Editor || Nindya Seva Kusmaningsih, WI 160009

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
19. Panduan Singkat Membuat Dapur Umum yang Multiguna
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us