1. News
  2. Adventure
  3. Incinerator Sederhana dari Bata Ringan: Teknologi Tepat Guna yang Menjawab Masalah Lingkungan di Desa Neglasari

Incinerator Sederhana dari Bata Ringan: Teknologi Tepat Guna yang Menjawab Masalah Lingkungan di Desa Neglasari

incinerator-sederhana-dari-bata-ringan:-teknologi-tepat-guna-yang-menjawab-masalah-lingkungan-di-desa-neglasari
Incinerator Sederhana dari Bata Ringan: Teknologi Tepat Guna yang Menjawab Masalah Lingkungan di Desa Neglasari

Oleh : Tsabit Hamasah Syuhada
Mahasiswa KKN-T Inovasi IPB 2025

Wartapalaindonesia.com, EDUKASI – Sampah masih menjadi permasalahan utama di banyak desa, termasuk di Desa Neglasari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang. Penumpukan sampah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik kerap menimbulkan bau, mengganggu kenyamanan, bahkan berisiko bagi kesehatan.

Selama ini, sebagian warga masih melakukan pembakaran terbuka untuk mengurangi volume sampah, padahal cara ini justru dapat mencemari udara dengan asap tebal dan berbahaya.

Menjawab persoalan tersebut, Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi IPB 2025 yang ditempatkan di Desa Neglasari, Kecamatan Pagaden, Kabupaten Subang, menghadirkan sebuah solusi sederhana namun bermanfaat besar yaitu dengan membawa program kerja “Pembangunan Incinerator Sederhana Berbahan Bata Ringan”.

Teknologi tepat guna ini dirancang agar dapat dibuat dengan mudah, menggunakan material yang tersedia di sekitar, sehingga desa memiliki sarana pengolahan sampah yang efektif, ramah lingkungan, serta berkelanjutan.

Incinerator sederhana yang dibangun di Desa Neglasari tidak membutuhkan material mahal atau sulit ditemukan. Keunggulan incinerator sederhana ini terletak pada penggunaan bahan-bahan bangunan yang sudah sangat familiar bagi masyarakat. Beberapa di antaranya adalah bata ringan, semen, mortar, pasir, wiremesh, dan paku baja.

Semua bahan-bahan yang digunakan memiliki fungsi dan keunggulan dalam membentuk konstruksi yang kokoh dan tahan panas. Oleh karena itu, tidak hanya bahan baku murah serta mudah didapatkan, kombinasi bahan-bahan sederhana ini dapat menjadikan incinerator berdiri kokoh, awet digunakan, serta mampu menahan suhu pembakaran sampah yang tinggi.

Tiga Dampak Positif Incinerator
Hadirnya incinerator sederhana ini memberikan banyak dampak positif bagi Desa Neglasari. Pertama, volume sampah dapat berkurang secara signifikan. Sampah yang sebelumnya menumpuk kini bisa diproses dengan cepat melalui pembakaran terkendali.

Kedua, incinerator membantu mengurangi pencemaran udara. Berbeda dengan pembakaran terbuka, incinerator memiliki sistem cerobong asap sehingga aliran udara lebih teratur dan asap yang dihasilkan lebih sedikit. Hal ini penting untuk menjaga kualitas udara dan kesehatan masyarakat.

Ketiga, incinerator menghasilkan abu sisa pembakaran yang masih bisa dimanfaatkan kembali. Abu dari sampah organik dapat digunakan sebagai pupuk alami untuk pertanian, sedangkan abu dari sampah anorganik bisa dimanfaatkan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan batako atau material bangunan sederhana. Dengan demikian, incinerator tidak hanya menyelesaikan masalah sampah, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi masyarakat.

Cara Menggunakan Incinerator
Selain bahan baku yang mudah didapat, incinerator sederhana juga mudah digunakan oleh siapa saja tanpa perlu keterampilan khusus. Masyarakat cukup mengikuti langkah-langkah sederhana dalam penggunaannya.

Pertama, pisahkan sampah terlebih dahulu dengan memilah sampah organik kering seperti daun, ranting, kertas, kardus yang cocok untuk dibakar, serta memisahkannya dari sampah basah, logam, kaca, maupun benda berbahaya seperti baterai atau kaleng gas.

Setelah itu, cek ventilasi udara di bagian bawah incinerator. Pastikan ventilasi udara tidak tertutup tanah, abu, atau benda lain yang bisa menghalangi aliran udara.

Sampah kemudian dimasukkan ke dalam tungku melalui lubang sampah dengan menempatkan sampah kering di bagian dasar tumpukan, maksimalkan setengah hingga sepertiga karung.

Sebagai pemicu pembakaran, masukkan kertas atau potongan kayu melalui pintu belakang incinerator, lalu nyalakan dengan korek api hingga muncul api menyala cukup besar dan stabil.

Setelah api menyala, segera tutup lubang sampah dan pintu belakang agar udara tidak masuk berlebihan. Jika api muncul dari cerobong asap, tandanya pembakaran berjalan dengan baik, namun jika tidak, kemungkinan terdapat sampah basah atau api belum menyala dengan maksimal.

Biarkan proses berlangsung hingga hanya tersisa abu di dalam tungku pembakaran, kemudian setelah dingin, buka penutup yang berada pada pintu belakang lalu bersihkan abunya dengan hati-hati.

Teknologi Tepat Guna yang Menjawab Permasalahan Lingkungan
Pembangunan incinerator sederhana di Desa Neglasari menjadi contoh nyata bagaimana teknologi tepat guna dapat menjawab permasalahan lingkungan. Dengan memanfaatkan material lokal dan sederhana seperti bata ringan, semen, mortar, pasir, wiremesh, dan paku baja, masyarakat bisa memiliki alat pengolahan sampah yang murah, awet, dan mudah digunakan.

Lebih jauh lagi, kehadiran incinerator ini menumbuhkan budaya baru dalam pengelolaan sampah: memilah, memanfaatkan kembali, dan mengolah secara lebih ramah lingkungan.

Kini Desa Neglasari tidak hanya menjaga kebersihan lingkungannya, tetapi juga memperkuat komitmen sebagai desa yang adaptif dalam menghadapi tantangan modern. (THS).

Foto || Team KKN-T Inovasi IPB 2025
Editor || Ahyar Stone, WI 21021 AB

Kirim tulisan Anda untuk diterbitkan di portal berita Pencinta Alam www.wartapalaindonesia.com || Ke alamat email redaksi Wartapala Indonesia di wartapala.redaksi@gmail.com || Informasi lebih lanjut : 081333550080 (WA)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Incinerator Sederhana dari Bata Ringan: Teknologi Tepat Guna yang Menjawab Masalah Lingkungan di Desa Neglasari
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us