Jakarta (ANTARA) – Dewan Olimpiade Asia (OCA) akan meluncurkan Museum Virtual Reality Asian Games di Bahrain pada Oktober bertepatan dengan penyelenggaraan Asian Youth Games (AYG) 2025.
Dalam laman resmi OCA, Senin, museum digital imersif ini menghadirkan perjalanan sejarah Asian Games melalui platform berbasis web, perangkat seluler, hingga teknologi virtual reality.
Pengunjung dapat menjelajahi berbagai ruang pameran, menelusuri edisi-edisi Asian Games, hingga berinteraksi dengan konten yang menampilkan kekayaan warisan ajang olahraga terbesar di Asia itu.
OCA menyebut museum ini dilengkapi dengan teknologi akal imitasi (AI) yang memungkinkan pengalaman interaktif multibahasa, mulai dari bahasa Inggris, Mandarin, Arab, Hindi, hingga Rusia.
Fitur smart assistance juga akan menuturkan kisah terpilih dari para atlet, kota tuan rumah, hingga panitia penyelenggara.
“Asian Games Virtual Reality Museum akan menyatukan lintas generasi di Asia sekaligus menginspirasi dunia,” demikian pernyataan resmi OCA.
Baca juga: Sheikh Joaan satu-satunya calon Presiden Dewan Olimpiade Asia
Baca juga: Asian Games 2026 pertandingkan 11 nomor cabang olahraga esports
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.