Kabarmancing.com, Jakarta – Setiap akhir tahun wilayah Indonesia memasuki musim penghujan dengan kondisi sedang sampai lebat dibarengi angin kencang. Kondisi cuaca ekstrem harus menuntut kita tetap waspada dan menyiapkan diri agar tidak menyebabkan kerugian dan korban jiwa.
Dalam beberapa bulan terakhir, kita sering mendengar atau membaca peringatan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Ya, BMKG menyatakan cuaca ekstrem kejadian fenomena alam yang tidak normal dan tidak lazim dan merupakan jenis cuaca yang tidak terduga, tidak biasa, buruk atau tidak sesuai dengan musimnya.
Dalam peraturan BMKG Republik Indonesia No. 9 Tahun 2022 informasi mengenai cuaca ekstrem meliputi hujan lebat, hujan disertai angin kencang atau kilat atau petir, angin kencang, angin puting beliung, hujan es, jarak pandang mendatar ekstrem, suhu udara ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, serta siklon tropis yang tentunya dapat mengakibatkan kerugian, khususnya terhadap keselamatan jiwa dan harta. Meskipun tidak semua kejadian cuaca ekstrem dapat menimbulkan bencana, masyarakat tetap perlu waspada terhadap dampak cuaca ekstrem.
Cuaca ekstrem yang umumnya terjadi meliputi gelombang panas, gelombang dingin, kekeringan dan peristiwa hujan deras dan badai seperti siklon tropis. Dampak dari cuaca ekstrem dapat berupa bencana alam, seperti banjir dan tanah longsor, serta dampak sosial pada kesehatan manusia dan ekonomi.
Penyebab Cuaca Ekstrem :
- Pemanasan Global : Pemanasan global adalah kondisi dimana suhu rata-rata pada atmosfer dan permukaan laut mengalami peningkatan. Dengan demikian, keadaan tersebut menyebabkan ketidakseimbangan pada sistem iklim. Dampak yang ditimbulkan diantaranya intensifikasi hujan, peningkatan suhu secara ekstrem dan kemunculan badai.
- Fenomena Monsun : Pola musim yang ada di Indonesia dipengaruhi oleh angin musiman (monsun) dari Asia dan Australia. Saat angin monsun bertiup dari arah barat atau benua Asia akan membawa uap air ke arah benua Australia. Sedangkan saat angin monsun dari arah timur atau benua Australia ke arah benua Asia yang terjadi saat musim kemarau.
- El Nino dan La Nina : Fenomena El Nino dan La Nina adalah kejadian anomali iklim global. Kedua fenomena tersebut berpotensi terhadap dampak curah hujan bulanan dan musiman di beberapa wilayah termasuk Indonesia. La Nina yang kuat pernah terjadi di Indonesia tahun 2010 yang mempengaruhi intensitas curah hujan hingga ekstrem tinggi (extremely high rainfall) di periode Maret, April, Mei. Selain itu di bulan September – Oktober – November hujan ekstrem terjadi di wilayah Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan sebagian wilayah Kalimantan.
Dampak Cuaca Ekstrem :
- Sektor Kesehatan : Meningkatnya intensitas curah hujan ekstrem dapat berkontribusi pada penularan jenis penyakit seperti flu, DBD, hingga malaria. Hal ini diakibatkan karena intensitas curah hujan turut mempengaruhi tingkat kembang biak bakteri dan virus.
- Sektor Sarana dan Prasarana Permukiman : Intensitas curah hujan yang tinggi berpotensi untuk meningkatkan angka kejadian bencana banjir dan tanah longsor. Hal ini dapat berdampak terhadap kerusakan sarana dan prasarana umum.
- Sektor Pertanian dan Perkebunan : Pada beberapa jenis komoditas dan pertanian dan perkebunan, intensitas curah hujan yang tinggi dapat berdampak pada hasil panen. Mulai dari angka hasil panen yang tidak optimal bahkan hingga ancaman gagal panen.
- Sektor Transportasi : Curah hujan juga berpotensi untuk menghambat aktivitas hingga membahayakan keselamatan. Dalam hal ini di antaranya seperti potensi terhadap gangguan navigasi pada transportasi udara hingga terhambatnya lalu lintas yang diakibatkan oleh banjir.
Tips Menghadapi Cuaca Ekstrem :
- Periksa Ramalan Cuaca Harian : Dengan memeriksa ramalan cuaca harian kita bisa mengantisipasi kondisi yang akan terjadi khususnya hujan sehingga kita bisa menyiapkan perlengkapan untuk menghadapinya. Ramalan cuaca bisa dicek di laman BMKG baik web, aplikasi maupun media sosialnya.
- Hindari Mobilitas di Tengah Hujan Lebat : Hujan yang lebat mengakibatkan pandang yang terbatas sehingga bisa memicu kecelakaan, maka sebaiknya hindari berkendara saat hujan lebat, belum lagi resiko pohon tumbang, baliho ambruk dan semacamnya.
- Konsumsi Makanan Sehat Bervitamin : Dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan bervitamin, khususnya Vitamin C akan meningkatkan daya tahan tubuh saat musim hujan sehingga kita akan terhindar dari sakit yang dapat menghentikan aktifitas kita
- Tidur Cukup dan Hindari Begadang : Dengan tidur yang cukup kita akan mendapatkan daya tahan tubuh yang baik, semangat kerja yang optimal karena tidak tubuh fit, sehingga produktivitas kerja tetap baik.
- Laporkan Banjir dan Genangan : Dengan melaporkan banjir dan genangan, kita bisa membantu orang lain sekaligus bisa meminimalisir korban akibat banjir dan genangan. Laporkan kepada pihak terkait sehingga bisa dilakukan penanganan yang tepat.
- Tidak Berteduh Di Bawah Pohon : Berteduh di bawah pohon saat hujan lebat disertai angin kencang sangat tidak disarankan karena rawan pohon tumbang dan sambaran petir.
- Hindari Rute Rawan Bencana Saat Hujan : Menghindari rute yang rawan bencana adalah tindakan bijak, lebih baik sedikit lebih lama menempuh perjalanan dengan melalui rute yang aman daripada melalui rute yang rawan bencana.
Semoga bermanfaat dan untuk para angler maniak air tawar dan laut waspada dan berhati-hatilah cuaca ekstrem di musim penghujan.(ronald-berbagai sumber/foto dok:kabarmancing.com)

BSF Bagas Pancing : Pelayanan Cepat, Ramah, Lengkap, Harga Bersaing

Info Produk : Tegek Captain ‘Reiwa’, Size 360, 450, 540, 630, Sec 7, 8, 10, 11

Pellet Amino Always Strike : Mengandung Neuroattractant Untuk Mas, Lele, Patin, Bawal

H. Jon : Karena Sakit, Pemancing Senior Ini Stop Mancing Sejak 2 Tahun Lalu

Info Produk : Senar Captain ‘Nylon Pro’ 0.08 s/d 0.40mm, Anti Getas, Anti Keriting, Mudah Tenggelam
Subscribe
Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

