Pophariini untuk kedua kalinya tidak menerbitkan artikel 20 Album Indonesia Terbaik. Apakah 20 Album Indonesia Terbaik 2023 benar-benar menjadi yang terakhir? Kami belum bisa memastikan karena ada atau tidaknya artikel tersebut tak menghentikan musisi untuk tetap berkarya.
Merangkum lagu-lagu ke sebuah album penuh dan merilisnya, konon seperti memiliki ijazah yang valid sebagai musisi sejati. Di era streaming penuh pertarungan meraih banyak pendengar apakah album bisa menyelamatkan karier? Benar-benar tidak ada rumus yang pasti tentang pencapaian ini.
Ratusan judul kami pilih untuk masuk 100 Lagu Indonesia Terbaik 2025, namun artikel kali ini giliran menginformasikan yang terlewat, baik album penuh maupun mini. Siapa tau trek di album-album berikut menjadi paket pengiring yang pas atau nyanyian utuh yang memang kamu cari.
Album penuh (LP) 2025 yang terlewat
Lomba Sihir – Obrolan Jam 3 Pagi (Mei 2025)
Empat tahun kemudian, setelah album penuh perdana Selamat Datang di Ujung Dunia beredar, Lomba Sihir akhirnya mengumpulkan single-single sebelumnya untuk masuk ke daftar album penuh kedua ini, termasuk “Ribuan Memori” yang mereka luncurkan April 2023. Dengan pencapaian lebih dari 2 juta pendengar setiap bulannya di Spotify dan aksi panggung yang selalu menyenangkan, super grup satu ini semoga langgeng kariernya meski penampilan mereka tak selalu bersama Baskara Putra.
Trek favorit: “…Dalam Hidupku”
Galdive – Blue (Mei 2025)
Sebenarnya, sudah cukup lama mendengar nama duo ini tepatnya saat Canvas dirilis 2021. Mungkin karena jarang menghiasi poster festival-festival lokasl (baru akhir tahun lalu beredar lagi) atau tidak ada yang menyampaikan informasi di bulan perilisan, sampai harus terlewat bahwa ternyata mereka punya album penuh yang baru. Banyak para pengguna TikTok yang menggunakan “Teach Me How To Love” untuk video apa saja hingga lagu mencapai lebih dari 15 juta pendengar di Spotify.
Trek favorit: “Tell Me”
Tenxi, Jemsii – Puting Beliung (Agustus 2025)
Tenxi pernah merilis album penuh perdana BIPOLAR di tahun 2022. Saat itu mungkin promosinya belum maksimal, hingga pendengar lagu-lagu di album pun yang tertinggi tak sampai 1,2 juta dengan semua judul berbahasa Inggris, atau mungkin ya bukan seleranya pasar. Album Puting Beliung ini berbeda, rilis 7 bulan setelah nomor “Garam & Madu (Sakit Dadaku)” meledak, artinya album sudah punya modal lagu-lagu hit. Apakah lagu-lagu yang di bawah 3 juta pendengar bisa menyusul kesuksesan yang lain?
Trek favorit: “Dikasih Akses”
Afgan – Retrospektif (November 2025)
Tak mudah mempertahankan eksistensi dengan segala perubahan yang terjadi di industri musik. Afgan termasuk yang berhasil kembali mencuri perhatian lewat single “Kacamata” (Oktober 2025). Single ini masuk daftar album terbarunya, Retrospektif dan sudah didengarkan lebih dari 14 juta. Hal tersebut menunjukkan ia siap untuk menyambut usia perjalanan 2 dekade 2027 mendatang.
Trek favorit: “The One That Got Away”
Adhitia Sofyan – Observasi Transisi (November 2025)
Jika dibandingkan Stubborn Heart (2023), album kali ini semua berbahasa Indonesia yang mencatat pendengar untuk 1-2 lagu masih di angka sekitar 100 ribu. Tapi melihat Adhitia Sofyan rasanya bukan lagi soal angka, namun tentang bagaimana ia tetap mampu merawat karier sebagai musisi sejati. Istilahnya gak neko-neko, ya bermusik saja.
Trek favorit: “Destinasi”
For Revenge – Perayaan Patah Hati – Babak 2 (Desember 2025)
Perayaan Patah Hati – Babak 2 merupakan kelanjutan naratif dari rangkaian tema patah hati dan proses penerimaan yang digaungkan oleh band rock alternatif asal Bandung ini. Album berisi 14 lagu yang menyusun perjalanan emosional dari luka hingga berdamai dengan diri sendiri.
Trek favorit: “Sadrah”
Album mini (EP) 2025 yang terlewat
Ali – Patterns (Februari 2025)
Menyangkut 6 trek yang mengeksplorasi gabungan musik funk, disco, dan sentuhan timur tengah yang menjadi ciri khas trio Ali, album mini Patterns berfungsi sebagai pembuka perjalanan musikal mereka di tahun 2025 setelah tur dan penampilan festival internasional.
Trek favorit: “Pulse”
Bilal Indrajaya – Dua Dunia (Mei 2025)
Dengan mengusung tema perpisahan, refleksi hidup, serta kenangan yang tersisa dalam hubungan yang tak lagi berjalan, album mini yang berisi 5 lagu ini terasa lebih kontemplatif dibanding rilisan Bilal sebelumnya.
Trek favorit: “Achir Maret”
Oslo Ibrahim – Top 5 (Juli 2025)
Sesuai dengan judul, album ini berisi 5 lagu yang mengeksplorasi emosi mentah, kejujuran personal, dan dinamika hidup dengan pendekatan lirik yang langsung dan apa adanya. Seluruh trek saling terkait dalam narasi tentang pergulatan diri melalui rangkaian perasaan berbeda.
Trek favorit: “Alone Together”
Vintonic – Radio Dalam Hati (November 2025)
Radio Dalam Hati adalah album mini city pop yang hangat dan nostalgik. Vintonic menyusun lagu-lagunya dengan musik yang ringan dan catchy, tapi punya cerita yang mudah dihubungkan dengan pengalaman sehari-hari.
Trek favorit: “Buang Waktu”