1. News
  2. Berita
  3. Kompas Visi

Kompas Visi

kompas-visi
Kompas Visi

Pada banyak organisasi, kata “visi” sering terdengar indah. Ia ditulis di dinding kantor, dimasukkan di presentasi dan diulang dalam berbagai pidato pimpinan. Namun, bagaimana implementasinya dalam pekerjaan sehari-hari? Masihkah muncul pertanyaan di benak karyawan, apa persisnya yang harus kita lakukan untuk mencapai visi itu? 

Di sinilah konsep north star (bintang utara) menjadi penting. Dalam navigasi laut kuno, para pelaut menggunakan bintang utara untuk menentukan arah perjalanan. Cuaca bisa berubah, ombak bisa tinggi, tetapi selama bintang itu terlihat, mereka tahu kapal masih berada di jalur yang benar.

Dalam organisasi modern, visi memberikan gambaran tentang mimpi yang ingin dicapai organisasi pada masa mendatang, “bintang utara” pun menjadi kompas strategis yang memastikan organisasi tidak kehilangan arah. Ia memberi arah yang stabil ketika strategi, teknologi, dan pasar berubah.

Perusahaan yang tidak memiliki kompas strategis sering terlihat sibuk, tetapi sebenarnya berjalan tanpa arah. Prioritas terus berganti. Strategi reaktif terhadap pasar. Proyek baru muncul sebelum proyek lama selesai. Karyawan bekerja keras, tetapi bingung dengan arah organisasi dan pada akhirnya mendapati organisasi rasanya di situ-situ saja. Jauh dari visi yang diinginkan.

Nokia pada akhir masa kejayaannya terlihat mengalami situasi seperti ini. Organisasi yang sangat efisien kehilangan arah menuju bisnis masa depan dengan ekosistem telepon pintar dan aplikasinya. Mereka terjebak pada short-term thinking. Setiap keputusan didorong oleh target jangka pendek, tekanan pasar, atau kekuatan politik internal. Akibatnya, strategi menjadi reaktif, bukan visioner.

Bintang utara diam, tetapi menggerakkan

Visi Amazon “to be earth’s most customer-centric company” ditegaskan Jeff Bezos dengan prinsipnya, start with customer and work backward. Prinsip ini terlihat sederhana, tetapi dampaknya sangat besar. Setiap keputusan mulai dari desain situs web hingga sistem logistik  harus meningkatkan pengalaman pelanggan. Mulai dari meluncurkan layanan Prime, membangun jaringan distribusi global, hingga menciptakan layanan cloud AWS, semuanya berakar pada satu kompas yang sama, yaitu membuat pelanggan mendapatkan pengalaman terbaik, terlepas apakah mereka hanya membeli sepatu atau jasa server-nya.

Ketika Netflix masih menjadi bisnis penyewaan DVD, mereka melihat masa depan yang berbeda. Reed Hastings menyadari masa depan hiburan adalah streaming digital. Bintang utara Netflix menjadi sangat jelas, memberikan pengalaman menonton yang semakin mudah, personal, dari mana saja, dan tanpa batas. Keputusan besar membuat mereka berani meninggalkan bisnis DVD dan berinvestasi dalam teknologi streaming. Sekarang, mereka bahkan sudah memproduksi konten sendiri dengan fokus pada arah strategi tersebut.

Contoh menarik lainnya, Microsoft di bawah kepemimpinan Satya Nadella. Ketika Nadella mengambil alih perusahaan, Microsoft sedang kehilangan momentum kejayaan. Nadella melihat kekuatan dalam tubuh Microsoft dan merumuskan visinya yang sederhana, tetapi kuat, yaitu memberdayakan setiap orang dan setiap organisasi di seluruh dunia agar dapat mencapai lebih banyak hal.

Visi itu menggeser fokus perusahaan dari sekadar menjual perangkat lunak menjadi membangun platform produktivitas global berbasis cloud. Arah baru ini mendorong transformasi besar Microsoft, dari perusahaan yang sangat bergantung pada Windows menjadi pemimpin dalam cloud computing melalui Azure.

Visi yang benar-benar hidup biasanya memiliki tiga ciri. Ia memberikan gambaran masa depan yang cukup jelas untuk dibayangkan. Ia berakar pada nilai nyata yang ingin diberikan kepada pelanggan atau masyarakat. Dan, ia memiliki kompas sebagai panduan tindakan yang bisa dilakukan setiap hari.

Banyak organisasi melakukan itu dengan memecah arah besar menjadi tujuan strategis jangka panjang, lalu menurunkannya lagi menjadi langkah operasional yang konkret. Dengan cara ini, setiap tim dapat melihat bagaimana pekerjaan mereka berkontribusi pada perjalanan besar organisasi.

Kompas petunjuk dalam gelap

Sering muncul pertanyaan, bagaimana kita bisa merumuskan visi ketika masa depan belum sepenuhnya jelas? Jawabannya mungkin lebih sederhana. Visi sebenarnya bukan peta perjalanan yang lengkap. Ia merupakan mimpi yang ingin dituju, untuk itu ia membutuhkan kompas yang menjadi petunjuk arahnya.

Seperti pelaut berlayar di samudera lepas, pulau impian masih dalam angan yang belum terlihat. Namun, selama bintang penunjuk arah masih tampak, pelaut tahu kapal berada di jalur yang benar.

Seorang pemimpin mungkin belum mengetahui semua langkah yang akan diambil, tetapi penentuan kompas sebagai patokan akan membantu orang dalam keputusan kecil yang pada akhirnya membentuk perjalanan besar.

Bukan privilege CEO semata

Visi bukan urusan pucuk pimpinan saja. Dalam banyak organisasi modern, visi dapat dirumuskan di berbagai level. Visi yang dilahirkan dari mimpi akar rumput memiliki ikatan kuat yang bisa menggerakkan para pengikut untuk mewujudkannya.

Oleh karena itu, setiap individu di level mana pun dapat berkontribusi membantu pemimpin untuk merumuskan visi yang lebih membumi. Pemimpin pun perlu mendengar harapan dan mimpi para pengikutnya dengan cermat.

Walau tidak terlibat dalam merumuskan visi awal perusahaan, pemimpin di tingkat mana pun dapat berperan dengan menerjemahkan visi tersebut bagi tim atau unitnya. Pemimpin tim logistik di Amazon menerjemahkan visi “to be earth’s most customer-centric company” ke dalam pekerjaan tim dengan memastikan pesanan diproses dengan sangat akurat dan dikirim secepat mungkin sehingga pelanggan benar-benar bisa mendapatkan barang yang mereka cari dengan mudah.

Gojek diawali dari sebuah call center yang menghubungkan pelanggan dengan pengemudi. Namun, dalam perkembangannya, banyak inovasi yang muncul dari interaksi lapangan antara pengemudi, merchant, dan pengguna sehingga aplikasi yang tadinya hanya platform transportasi menjadi ekosistem layanan sehari-hari untuk masyarakat

Seorang kepala divisi mungkin melihat cara baru untuk memberi nilai yang lebih baik kepada pelanggan. Seorang manajer produk dapat membayangkan pengalaman pengguna yang jauh lebih baik daripada yang ada sekarang. Bahkan, seorang individu dapat memiliki gambaran pribadi tentang kontribusi yang ingin ia berikan dalam pekerjaannya.

Sering kali perubahan justru dimulai dari orang-orang yang cukup berani membayangkan masa depan yang berbeda meskipun mereka belum memiliki semua jawabannya.

Baca juga: Perundungan di Tempat Kerja

EXPERD

HR CONSULTANT/KONSULTAN SDM

Eileen Rachman & Emilia Jakob

Character Building Assessment & Training EXPERD

EXPERD (EXecutive PERformance Development) merupakan konsultan pengembangan sumber daya manusia (SDM) terkemuka di Indonesia.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Kompas Visi
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us