Bila diperhatikan, warna radiator coolant dirancang dengan warna cerah seperti hijau, merah muda atau biru untuk memudahkan identifikasi kebocoran. Saat terjadi perubahan warna atau keruh pada cairan pendingin artinya ada sinyal peringatan dini mengenai kondisi kesehatan mesin motor atau mobil Anda. Yuk, intip sama-sama apa yang membuat cairan pendingin kendaraan berubah warna.
Kontaminasi Karat
Penyebab paling umum dari perubahan warna coolant menjadi cokelat adalah korosi atau karat di dalam sistem pendingin. Penggunaan air mineral biasa sebagai pengganti coolant atau penggunaan coolant berkualitas rendah yang tidak memiliki kandungan anti-karat. Karat yang mengelupas akan bersirkulasi dan dapat menyumbat kisi-kisi radiator yang sangat sempit, memicu overheat.
Percampuran Oli Mesin
Jika coolant berubah warna menjadi cokelat muda kental seperti susu atau kopi susu, ini adalah indikasi masalah serius pada internal mesin. Terjadi kebocoran pada paking kepala silinder atau adanya retakan pada blok mesin. Hal ini menyebabkan oli mesin masuk ke dalam jalur pendingin. Kemampuan pendinginan hilang total dan oli yang bercampur air akan merusak pelumasan mesin. Jika ini terjadi, mesin harus segera diperiksa karena kemungkinan turun mesin.
Penuaan dan Degradasi Kimia
Sama seperti oli, coolant memiliki masa pakai karena kandungan kimianya akan terurai seiring waktu dan paparan panas ekstrem secara terus-menerus. Cairan pendingin sudah terlalu lama tidak dikuras atau melebihi batas yang disarankan pabrikan. Kandungan ethylene glycol dan inhibitor korosi sudah tidak berfungsi, sehingga titik didih cairan menurun dan risiko korosi meningkat.
Pencampuran Beda Dua Jenis Coolant
Mencampur dua merk atau dua warna coolant yang berbeda dapat menyebabkan perubahan warna menjadi gelap atau aneh. Setiap produsen memiliki formulasi kimia yang berbeda misalnya tipe OAT vs IAT. Jika dicampur, zat aditif di dalamnya bisa bereaksi secara kimiawi. Pada beberapa kasus, percampuran ini dapat membentuk endapan seperti gel atau lumpur yang dapat menghambat sirkulasi pompa air.
Kontaminasi Udara dan Oksidasi
Sistem pendingin seharusnya bersifat tertutup rapat. Adanya kebocoran halus atau tutup radiator yang sudah tidak vakum memungkinkan udara masuk ke dalam sistem. Oksigen yang masuk mempercepat proses oksidasi pada komponen logam dan cairan itu sendiri, yang mengakibatkan warna cairan cepat memudar atau menghitam.
Baca Juga : Mau Performa Motor Tetap Maksimal? Jangan Lupakan Perawatan Radiator
Untuk perawatan terbaik sistem pendinging kendaraan pastikan Anda menggunakan coolant berkualitas seperti Deltalube 306 Radiator Coolant. Kandungan etilen glikol dengan perbandingan 50:50 (50% Etilen Glikol dan 50% air) membuatnya memiliki titik didih yang tinggi karena dapat mencegah pengendapan di radiator serta mencegah terjadinya korosi.