Chief Medical Officer Persebaya, Pratama Wicaksana Wijaya, menjelaskan Rian mengalami kondisi yang disebut cyclops lesion, komplikasi yang dapat muncul pascarekonstruksi ACL.
“Secara umum, cedera yang dialami Rachmat Irianto di lutut kanan adalah cyclops lesion. Kondisi ini merupakan komplikasi yang cukup jarang terjadi setelah tindakan rekonstruksi ACL,” ujar Tommy.
Menurutnya, Rian sebenarnya sudah melalui operasi ACL saat masih membela klub sebelumnya, dan proses rehabilitasinya berjalan baik.
“Rian sebelumnya mengalami cedera ACL saat masih bersama tim sebelumnya pada akhir musim lalu, sudah menjalani operasi dan proses rehabilitasi dengan baik.”
Namun, evaluasi lanjutan menunjukkan adanya kondisi yang membutuhkan penanganan tambahan, sehingga operasi dinilai menjadi opsi terbaik.
Tommy menegaskan keputusan itu bukan langkah mendadak, melainkan hasil diskusi bersama tim medis, pelatih, dan manajemen.
“Setelah melalui diskusi antara tim medis, manajemen, dan pelatih, akhirnya diputuskan operasi dilakukan sekarang sebelum kompetisi berakhir,” katanya.