Jakarta (ANTARA) – Sekretaris Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) Wahyu Pristiawan Buntoro menyatakan komitmen pengurus untuk meminimalkan potensi masalah dalam setiap kebijakan organisasi merupakan kunci mencapai prestasi olahraga panjat tebing Indonesia di level dunia.
Menurut dia, dinamika organisasi menjadi tantangan yang tidak terhindarkan, terutama dalam usia organisasi yang kini sudah ke-38 tahun sejak berdiri pada 21 April 1988.
“Sepanjang kami bisa memitigasi atau meminimalkan potensi masalah dan tahu siapa yang harus mengambil peran, sebuah organisasi akan berjalan dengan baik,” kata Pristiawan saat dihubungi ANTARA dari Jakarta, Selasa malam.
Dia menjelaskan, pendekatan tersebut menjadi kunci bagi PP FPTI untuk terus berkembang sekaligus memastikan stabilitas pembinaan atlet tetap terjaga di tengah perubahan situasi yang terus berlangsung.
Lebih lanjut dia menjelaskan, keberhasilan cabang olahraga panjat tebing menembus Olimpiade hingga meraih medali emas pada Olimpiade Paris 2024 lewat Veddriq Leonardo, menjadi fondasi penting yang harus dirawat secara berkelanjutan.
Dia menyatakan, PP FPTI memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga pencapaian tersebut agar tidak hanya menjadi prestasi sesaat, tetapi juga berdampak nyata terhadap perkembangan olahraga panjat tebing di Tanah Air.
Pria yang juga Manajer Tim Pelatnas Panjat Tebing Indonesia 2026 itu menambahkan, organisasi saat ini juga melanjutkan mimpi besar para pendiri dengan memastikan regenerasi atlet berjalan optimal, serta sistem pembinaan semakin terstruktur.
Selain itu, koordinasi yang baik antar pemangku kepentingan dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga performa atlet tetap konsisten di level internasional.
Lewat usia organisasi yang semakin matang, menurut dia, pengurus pusat optimistis dapat terus mencetak prestasi sekaligus memperkuat fondasi olahraga panjat tebing Indonesia untuk jangka panjang. Melalui tata kelola yang adaptif dan responsif terhadap tantangan, target itu akan bisa tercapai.
Sementara itu, PP FPTI telah berhasil meloloskan total 10 orang yang terdiri atas atlet disiplin speed, lead, dan boulder untuk berlaga dalam Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, di Jepang pada September.
Sembari menuju multievent olahraga terbesar di Asia itu, PP FPTI juga akan memberangkatkan secara silih berganti para atlet untuk mengikuti sejumlah ajang internasional yang diselenggarakan oleh International Federation of Sport Climbing (IFSC).
Baca juga: Panjat tebing jadikan Asian Beach Games pemanasan ke Asian Games 2026
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.