Isu sustainability kini semakin dekat dengan keseharian, termasuk di lingkungan kerja. Hal ini yang coba dijawab oleh DOKU melalui inisiatif terbarunya, Green Pantry, sebuah program pengelolaan limbah yang mengubah sampah makanan kantor menjadi kompos.
Diluncurkan bertepatan dengan Hari Bumi, program ini menargetkan pengurangan hingga 65% sampah organik setiap bulan. Angkanya tidak kecil. Dari total hampir 1 ton sampah yang dihasilkan kantor, sekitar 650 kilogram di antaranya merupakan limbah makanan yang sebelumnya berakhir di tempat pembuangan akhir.
.jpeg)
(Kelola sampah kantor jadi lebih bermanfaat. Foto: Dok. DOKU)
Lewat Green Pantry, pendekatan yang diambil cukup sederhana: mengelola sampah langsung dari sumbernya. Di pantry kantor, karyawan diajak untuk memilah limbah makanan, yang kemudian diproses melalui sistem pengomposan terintegrasi. Proses ini mencakup beberapa tahap, mulai dari dehidrasi hingga fermentasi, sebelum akhirnya menjadi kompos siap pakai. Menariknya, program ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada perubahan kebiasaan. Keterlibatan karyawan menjadi bagian penting, sekaligus mendorong kesadaran bahwa praktik ramah lingkungan bisa dimulai dari hal kecil di tempat kerja.
Kompos yang dihasilkan diberi nama BeyondGrow. Produk ini tidak hanya menjadi simbol dari upaya zero waste, tetapi juga memiliki fungsi praktis untuk meningkatkan kesuburan tanah dan daya serap air. Dalam tahap awal, BeyondGrow bahkan sudah dibuka untuk pre-order terbatas agar manfaatnya bisa dirasakan lebih luas.
_(1).jpeg)
(Integrasi prinsip keberlanjutan langsung dari tempat kerja. Foto: Dok. DOKU)
Langkah ini juga mencerminkan bagaimana perusahaan mulai mengintegrasikan prinsip sustainability ke dalam operasional sehari-hari, bukan hanya sebagai kampanye sesaat. Bagi banyak pekerja urban, pendekatan seperti ini terasa lebih relevan dan tidak rumit, tetapi tetap memberikan dampak yang terukur.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan, Green Pantry menjadi contoh bahwa perubahan tidak selalu harus datang dari langkah besar. Dari ruang pantry kantor, sebuah sistem kecil bisa berkembang menjadi kebiasaan yang lebih berkelanjutan dan mungkin, bisa diadopsi oleh lebih banyak tempat kerja ke depannya.