Jakarta (ANTARA) – Kejuaraan Nasional Turnamen Olahraga Domino Nasional (ORADO) 2026 sudah memasuki babak delapan besar dengan persaingan antar atlet kian sengit dalam penyelenggaraan di JSI Resort, Megamendung, Bogor, Jawa Barat.
Ketua Umum PB ORADO Yooky Tjahrial mengatakan bahwa persaingan sengit tersebut menandakan bahwa pembinaan di daerah yang berhasil karena telah menghasilkan atlet dengan kompetensi merata.
“Dengan keterlibatan 38 provinsi dan ratusan pengurus cabang, kita mulai melihat lahirnya atlet-atlet yang memiliki kualitas dan daya saing. Ini menjadi bukti bahwa domino bisa berdiri sebagai olahraga strategi yang profesional,” kata Yooky dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu.
Ketua Harian PB ORADO Giri Bayu Kusumah menekankan bahwa konsistensi dalam pelaksanaan teknis pertandingan agar kualitas kompetisi tetap terjaga.
“Seluruh tahapan pertandingan di hari kedua berjalan sesuai sistem yang telah disiapkan. Konsistensi dalam penerapan aturan menjadi kunci agar pertandingan berlangsung adil, kompetitif, dan menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Giri.
Baca juga: Atlet dari 28 provinsi bersaing di Kejurnas Orado 2026
Baca juga: ORADO luncurkan gerakan nasional “Semua Orang Main Domino”
Sejalan dengan itu, Ketua Bidang Humas PB ORADO Henry Kurnia Adhi atau Jhon LBF, melihat bahwa Kejurnas tidak hanya menghadirkan kompetisi tetapi juga memperkuat nilai kebersamaan dalam olahraga domino.
“Kami melihat bagaimana domino bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga membangun konektivitas antarprovinsi. Ada semangat persaudaraan yang kuat, dan ini menjadi kekuatan utama ORADO dalam mengembangkan olahraga domino sebagai olahraga yang inklusif dan berkarakter,” jelas Jhon.
Para atlet telah menjalani babak kualifikasi yang berlangsung dalam beberapa tahap. Pada fase ini, konsistensi permainan dan ketajaman strategi menjadi faktor penentu bagi setiap kontingen untuk melangkah ke fase berikutnya.
Hasil kualifikasi kemudian mengerucut pada tujuh provinsi terbaik di kategori senior yang berhasil melaju ke babak delapan besar yakni, Sumatera Selatan A (Sumsel A), Jawa Barat A (Jabar A), Jambi B, Lampung A, Lampung B, Banten B, Bangka Belitung B (Babel B), Jawa Timur (Jatim C).
Pertandingan pada fase ini berlangsung dengan sistem gugur yang mempertemukan kontingen dengan performa terbaik sepanjang kualifikasi.
Sementara itu, pada kategori junior, pertandingan telah memasuki fase delapan besar yang mempertemukan tujuh provinsi terbaik, yakni Sumatera Selatan A (Sumsel A), Jawa Barat A (Jabar A), Sulawesi Selatan, Jambi, Sumatera Selatan B (Sumsel B), Papua Barat Daya, Jawa Timur B (Jatim B), Kalimantan Selatan.
Baca juga: PB ORADO tegaskan komitmen bangun ekosistem domino lewat kompetisi
Baca juga: PB ORADO tetapkan agenda Kejurprov dan Kejurnas 2026
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.