Daniel Damaz dari House of Herbs Ingatkan Rumus 3J1C saat Mengolah Tanaman Herbal
House of Herbs adalah proyek pribadi yang diasuh oleh pemuda bernama Daniel Damaz. Melalui proyek tersebut Damaz berusaha mengkampanyekan membudidaya tanaman herbal di rumah.
Daniel Damaz adalah pendiri dari House of Herbs, sebuah proyek pribadi yang fokus ke kesadaran membudidaya tanaman herbal di rumah. Melalui proyek tersebut, Daniel melalui media sosialnya rutin mengkampanyekan pentingnya memanfaatkan tanaman herbal yang ditanam di lingkungan.
Di House of Herbs, Damaz merawat sekitar 60-an tanaman herbal yang kelak bisa bermanfaat bagi penyembuhan. Di antaranya ada jahe, bangle, kemuning, daun salam, dan pohon mengkudu.
“Jadi tanaman-tanaman itu bisa kita makan, bisa kita minum untuk menunjang kesehatan kita,” ucap Damaz kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.
Sebagai anak Gen Z, apa yang dilakukan Damaz memang terbilang anti-mainstream. Namun, menurutnya berkebun memang sudah mengakar dari dalam dirinya mengingat dulunya ia belajar ilmu pertanian semasa mengenyam pendidikan tinggi.
“Karena memang background-ku di pertanian dan aku melihat tren sekarang anak-anak muda khususnya mulai menjauh dari dunia pertanian. Aku mencoba bisa jadi contoh mungkin buat mereka semua bahwa dunia pertanian ataupun tanaman obat itu market yang bisa dipertimbangkan untuk ke depannya karena Indonesia adalah salah satu negara yang punya jenis tanaman obat terbanyak kedua di dunia setelah Brasil,” ungkapnya.
Nilai Lebih di Manfaat
Tiap orang bisa dengan bebas ingin memilih tanaman yang ingin ditanam. Apakah sayuran, buah-buahan, atau tanaman herbal seperti yang dilakukan Daniel Damaz.
Bagi Damaz sendiri, ia memilih tanaman herbal karena manfaatnya. Ketimbang sayuran biasa, ia meyakini ada nilai lebih yang nantinya bisa membantu jika sewaktu-waktu terserang penyakit.
“Tanaman herbal itu punya nilai lebih daripada tanaman-tanaman sayuran biasa, dan sekarang itu orang-orang juga sudah mulai aware dengan kesehatannya,” ucap Damaz.
Dengan dukungan media sosial, Daniel pun tidak ingin berhenti mengkampanyekan budidaya tanaman herbal di rumah. Ia berharap dari upayanya itu semakin banyak orang tertarik menanam tanaman herbal yang sejatinya bisa bermanfaat bagi diri sendiri, terutama keluarga.
“Mungkin ini dari segi perspektifku, mau coba meng-influence banyak orang untuk bisa tanam obatnya sendiri di kebun,” kata Damaz lagi.
Rumus 3J1C
Membudi daya tanaman herbal tidak bisa sembarang. Ada kiat-kiat agar tanaman bisa terjaga pertumbuhannya sehingga nantinya bisa diambil dan dimanfaatkan sebagai obat. Bagi Damaz sendiri ada rumus 3J1C yang harus diterapkan oleh mereka yang tertarik menanam serta mengonsumsi tanaman herbal.
“Kalau kita mengonsumsi tanaman obat itu ada rumus 3J1C. Jenis, Jumlah, Jadwal, dan cara memanfaatkan,” ucap Damaz.
Damaz menegaskan tiap-tiap setiap orang yang hendak mengonsumsi tanaman herbal harus benar-benar mengetahui bagian mana yang bermanfaat. Selain itu, ia mengingatkan pula pentingnya dosis atau takaran sebelum dikonsumsi.
“Misalkan cuma yang dikonsumsi daunnya aja, atauun bagian batangnya atau kayunya. Kayak kayu manis, kayu secang itu di bagian batangnya atau mungkin bagian rimpang atau akarnya kayak jahet, kunyit. Terus juga jumlah. Ini tergantung dosis harian. Konsumsi jahe, kita pakai misalkan satu ruas jempol, satu ruas telunjuk, jadi salah satu takaran untuk bisa dikonsumsi,” kata Damaz.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News