
Mitos Mbah Bregas di Sleman Yogyakarta, Kisah tentang Asal Usul Dusun Ngino di Desa Margoagung
Mbah Bregas merupakan salah satu sosok yang ada dalam mitos di daerah Sleman Yogyakarta. Mitos ini berkembang secara khusus di Dusun Ngino, Desa Margoagung, Sleman, Yogyakarta.
Konon Mbah Bregas merupakan orang pertama yang membuka Dusun Ngino tersebut dulunya. Dirinya yang merupakan keturunan dari keluarga Kerajaan Majapahit saat daerah asalnya mengalami keruntuhan.
Pada saat tiba di sana, Dusun Ngino dulunya hanyalah sebuah alas yang tidak bernama. Pada akhirnya, Mbah Bregas memutuskan bertapa di sana dan memiliki banyak pengikut di kemudian hari.
Lantas bagaimana cerita lengkap dari mitos Mbah Bregas tersebut?
Mitos Mbah Bregas di Sleman Yogyakarta
Dinukil dari artikel Iftahuul Mufiani, “Mitos Mbah Bregas di Dusun Ngino Desa Margoagung Seyegan Sleman Yogyakarta (Studi Terhadap Klasifikasi, Pandangan, dan Fungsi Mitos) dalam Jurnal Religi, dikisahkan jika pada zaman dahulu ada seorang tokoh yang bernama Mbah Bregas. Dirinya dikenal sebagai seorang pertapa dengan kesaktian yang mumpuni.
Menurut kisahnya, Mbah Bregas merupakan salah satu keturunan dari keluarga Majapahit. Pada saat Kerajaan Majapahit runtuh, banyak keluarga kerajaan yang melarikan diri dari daerah itu.
Mbah Bregas menjadi salah satu orang yang melarikan diri dari kejadian ini. Dirinya kemudian pergi ke sebuah alas tanpa namanya yang nantinya menjadi cikal bakal Dusun Ngino.
Di alas ini ada sebuah pohon beringin besar. Mbah Bregas kemudian memutuskan untuk bertapa di bawah pohon beringin tersebut.
Mbah Bregas menjalani kehidupan sehari-hari di sana. Dia membuka lahan dan bercocok tanam di sana.
Di sekitaran alas tersebut ada segerombolan penjahat. Mereka pun mendatangi Mbah Bregas dan berniat untuk berbuat jahat.
Namun interaksi dengan Mbah Bregas membuat mereka berubah. Pesan-pesan dari Mbah Bregas membuat mereka taubat dan kembali ke jalan yang benar.
Para penjahat ini kemudian menjadi pengikut Mbah Bregas. Mereka juga membawa semua keluarga dan memutuskan untuk menetap di sana.
Konon inilah cikal bakal dari penduduk pertama yang menghuni Dusun Ngino. Nama Ngino sendiri diambil dari penduduk daerah itu yang dulunya merupakan orang jahat atau terhina (hino).
Lama kelamaan daerah Dusun Ngino makin ramai didatangi orang. Apalagi daerah tersebut cukup strategis dan dilintasi oleh orang yang hendak pergi ke Candi Borobudur dan Candi Mendut.
Biasanya mereka akan menetap di Dusun Ngino terlebih dahulu. Setelah itu barulah mereka kembali melanjutkan perjalanan.
Beberapa waktu kemudian, terjadi perang antara Kerajaan Pajang dan Mataram. Perang ini membuat wabah penyakit tersebar di daerah itu.
Wabah ini membuat semua masyarakat ketakutan. Mereka kemudian meminta bantuan Mbah Bregas untuk mengatasi masalah tersebut.
Dengan kesaktian yang dia miliki, Mbah Bregas berhasil menyembuhkan masyarakat yang terkena penyakit. Kejadian inilah yang membuat dirinya dikenal dengan nama “Bregas” yang berarti “Bagas waras.”
Kejadian ini membuat Mbah Bregas makin dikenal banyak orang. Hal ini juga memberikan perubahan pada Dusun Ngino.
Pada suatu masa, datanglah Sunan Kalijaga ke tempat tersebut. Sunan Kalijaga berdiskusi dengan Mbah Bregas di sebuah situs yang dikenal dengan nama Si Keramat.
Mereka berdiskusi perihal Sunan Kalijaga yang ingin menyebarkan agama Islam di sana. Mbah Bregas menyetujui hal ini, asalkan Sunan Kalijaga tidak memaksakan Islam padanya dan para pengikutnya.
Tidak ada yang tahu bagaimana akhir dari riwayat Mbah Bregas. Konon menurut kepercayaan masyarakat Mbah Bregas pada akhirnya moksa di daerah tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor