Jakarta (ANTARA) – Free Fire resmi mengumumkan Yogyakarta sebagai tuan rumah Grand Finals Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall pada Juli mendatang, yang bertepatan dengan perayaan ulang tahun kesembilan Free Fire secara global.
Pengembang dan penerbit game Free Fire, Garena Indonesia, dalam keterangan tertulisnya, Selasa, mengatakan siap menghadirkan momen spesial bagi Survivors, sebutan untuk penggemar game tersebut, di Indonesia.
Yogyakarta menjadi kota kedua yang menjadi tuan rumah Grand Finals FFNS pada 2026, setelah Palembang menggelar Grand Finals FFNS 2026 Spring pada April lalu.
Yogyakarta juga menjadi kota keenam di luar Jakarta yang dipercaya menjadi tuan rumah turnamen esports nasional Free Fire sejak 2024.
Garena Indonesia menyebut kehadiran FFNS di Yogyakarta juga menjadi bagian dari komitmen Free Fire untuk terus mendekatkan esports kepada para penggemar dan komunitas pemain di berbagai daerah di Indonesia.
Baca juga: Shadow Esports pasang target realistis dalam FFWS SEA 2026
Baca juga: Shadow Esports kantongi tiket FFWS SEA setelah juarai FFNS 2026 Spring
Perjalanan menuju babak Grand Finals di Yogyakarta telah dimulai melalui rangkaian City Qualifier di 100 kota di Indonesia yang berlangsung pada 2 hingga 24 Mei 2026.
Pencapaian 100 kota pada FFNS 2026 Fall menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah kompetisi. Sebelumnya, jumlah kota terbanyak yang pernah terlibat dalam FFNS City Qualifier adalah 90 kota pada FFNS 2024.
Selama empat pekan pelaksanaan, sebanyak 44.556 peserta dari berbagai penjuru Indonesia ikut meramaikan kompetisi musim ini, meningkat 32 persen dibandingkan FFNS 2026 Spring Palembang.
Jakarta menjadi kota dengan partisipasi terbesar, dengan total 2.016 survivors bertarung memperebutkan tiket menuju panggung berikutnya.
Di antara 100 kota yang menggelar turnamen secara offline ini, sejumlah kota baru turut mencatatkan sejarah tersendiri bagi perjalanan FFNS.
Timika hadir sebagai salah satu kota penyelenggara paling timur di Indonesia, sementara Lhokseumawe menjadi kota paling barat yang ikut meramaikan euforia FFNS 2026 Fall.
Kehadiran kota-kota baru tersebut memperluas jangkauan kompetisi sekaligus menunjukkan besarnya antusiasme komunitas Free Fire dari berbagai penjuru Tanah Air.
Berbagai unsur lokal turut diangkat untuk memeriahkan turnamen, mulai dari pertunjukan adat, seni bela diri tradisional, hingga penampilan musisi lokal yang menjadi identitas unik dari tiap kota penyelenggara.
Babak City Qualifier menjadi pintu masuk bagi tim profesional, semi-profesional, hingga komunitas untuk merasakan pengalaman bertanding secara offline demi memperebutkan tiket menuju fase berikutnya.
Perjalanan kompetisi akan berlanjut ke babak Region Qualifier pada 30 hingga 31 Mei 2026.
Dari babak ini, akan dipilih 24 tim terbaik untuk melaju ke Play-ins dan bergabung bersama tim dari jalur Online Qualifier, Guild War Qualifier, para pemegang Golden Ticket, serta sejumlah tim dari FFNS 2026 Spring.
Baca juga: RRQ Kazu fokus benahi kesalahan minor guna hadapi FFWS SEA 2026 Spring
Baca juga: ONIC matangkan “power fight” untuk hadapi FFWS SEA 2026 Spring
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.