1. News
  2. Berita
  3. Kala Nasi Padang Sudah Menggoyang Lidah Dataran Singapura sejak 1924 Silam

Kala Nasi Padang Sudah Menggoyang Lidah Dataran Singapura sejak 1924 Silam

kala-nasi-padang-sudah-menggoyang-lidah-dataran-singapura-sejak-1924-silam
Kala Nasi Padang Sudah Menggoyang Lidah Dataran Singapura sejak 1924 Silam

8 Juni 2026 11.00 WIB • 2 menit

Kala Nasi Padang Sudah Menggoyang Lidah Dataran Singapura sejak 1924 Silam

images info

Kala Nasi Padang Sudah Menggoyang Lidah Dataran Singapura sejak 1924 Silam | Berita Harian 9 Mei 1986


Nasi padang, Kawan tentu sudah tidak asing lagi dengan kuliner yang satu ini bukan? Hampir di setiap daerah yang ada di Indonesia Kawan bisa menjumpai kuliner khas Ranah Minang tersebut.

Kepopuleran nasi padang tidak hanya sekadar di dalam negeri saja. Sajian dengan berbagai macam lauk pauk tersebut juga tersebar ke berbagai negara lainnya.

Banyak warung makan yang menjual nasi padang di berbagai daerah. Singapura menjadi salah satu negara yang memiliki banyak rumah makan nasi padang di sana.

Namun tahukah Kawan, keberadaan nasi padang di Singapura ternyata sudah berlangsung sejak lama. Bahkan kuliner khas tersebut diketahui sudah “menggoyang lidah” masyarakat di dataran Singapura sejak satu abad silam.

Bagaimana kisah di balik kemunculan rumah makan nasi padang pertama di Singapura? Simak ulasan lengkapnya dalam artikel berikut ini.

Padang Restaurunt, Warung Nasi Padang Pertama di Singapura

Dikutip dari artikel “Restoran Awal Nasi Padang” yang terbit di surat kabar Berita Harian edisi 9 Mei 1986, Padang Restaurunt adalah rumah makan pertama yang diketahui beroperasi di Singapura. Bahkan rumah makan ini sudah beroperasi jauh sebelum Singapura menyatakan kemerdekaan.

Padang Restaurunt diketahui beroperasi pertama kali pada 1924 silam. 131 Arab Street menjadi lokasi tempat beroperasi rumah makan tersebut.

Abdul Rahman Malin Mandaro atau yang akrab disapa Sutan Kayo merupakan sosok dibalik berdirinya Padang Restaurunt pada 1924. Sosok yang asli dari Bukittinggi ini mengenalkan berbagai macam kuliner khas nasi padang di Singapura waktu itu.

Pada awalnya, hanya orang-orang asing saja yang mendatangi rumah makan tersebut. Pelanggan Padang Restaurunt pada awalnya diketahui berasal dari para pelaut Indonesia dan orang-orang Inggris yang ada di sana.

Belum adanya kebiasaan makan di luar oleh masyarakat setempat pada waktu itu menjadi alasan mengapa Padang Restaurunt lebih banyak dikunjungi oleh orang-orang asing. Meskipun demikian, perlahan rumah makan ini juga mulai digemari oleh masyarakat setempat.

Bertahan Selama Puluhan Tahun

Eksistensi Padang Restaurunt bertahan selama puluhan tahun lamanya. Rumah makan tersebut diketahui beroperasi hingga 1968.

Pada awalnya, rumah makan ini sempat berhenti beroperasi pada masa Perang Dunia II. Setelah itu, rumah makan ini kembali berjalan di lokasi berbeda, yakni 142 Arab Street.

Namun Sutan Kayo yang meninggal dunia pada 1968 menjadi alasan mengapa rumah makan tersebut pada akhirnya berhenti beroperasi secara total. Meskipun demikian, warisan Sutan Kayo yang meninggal dunia di usia 85 tahun tidak putus begitu saja.

Usaha di bidang kuliner ini tetap diteruskan oleh anaknya, Omar. Meskipun demikian, Omar membuka rumah makan sendiri di lokasi yang berbeda dengan Padang Restaurunt dulunya.

Makanan yang dijual juga merupakan warisan dari sang ayah. Beberapa menu yang dia jual di antaranya rendang, ayam kalio, telur balado, dan lainnya.

Omar menyebutkan jika menu yang diracik oleh sang ayah merupakan resep langsung dari kampung halamannya. Cita rasa pedas menjadi salah satu ciri khas yang dipertahankan dalam setiap masakannya.

Walau begitu, ada juga penyesuaian dalam beberapa resep agar bisa dikonsumsi oleh masyarakat setempat. Misalnya, Omar menyebutkan ada beberapa madu yang terpaksa ditambahkan sedikit gula agar bisa dinikmati oleh masyarakat pada umumnya.

Sebagai pelopor nasi padang di Singapura, Padang Restaurunt juga melahirkan ahli masakanan padang berkutnya di daerah tersebut. Banyak pegawai dari rumah makan itu yang diketahui menjalankan usaha mereka sendiri selepas dari sana.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Kala Nasi Padang Sudah Menggoyang Lidah Dataran Singapura sejak 1924 Silam
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us