Sisi positifnya dari pertandingan ini, papar mantan pelatih Arema itu, adalah spirit dan fisik tangguh yang ditunjukkan pemain Timnas Indonesia U-19.
“Semangat dan fisik mereka luar biasa. Jika tak punya dua modal itu, sejak awal Timnas Indonesia U-19 sudah jadi bulan-bulanan lawan,” ucapnya.
Gusnul Yakin juga menyebut sistem pertahanan yang dirancang Nova Arianto berjalan sangat baik. Soliditas cara bertahan itulah membuat Australia U-19 baru bisa menjebol gawang Dafa Al Gazemi di akhir laga.
“Soal pertahanan, saya akui ilmu Nova Arianto sudah mumpuni. Namun, sayang game plan tidak jalan, karena lini tengah kurang berfungsi. Sehingga pemain belakang langsung menendang bola ke depan. Sayangnya lagi umpan panjang itu tak akurat, sehingga bola balik lagi ke area permainan Timnas Indonesia U-19,” jelasnya.
Gusnul Yakin menyebut pemain Australia U-19 bermain lebih dewasa dan disiplin.
“Timnas Indonesia U-19 memang kalah kelas. Cara bermain Australia U-19 sangat matang. Seperti tim Eropa. Kuncinya, karena mereka berhasil mematikan lini tengah Timnas Indonesia U-19,” ujarnya.