Jakarta (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Moh Zaki Ubaidillah terpaksa mengakui ketangguhan wakil China Dong Tian Yao lewat rubber gim 19-21, 21-9, 18-21 dalam laga semifinal Australian Open 2026 di Quaycentre, Olympic Boulevard, Sydney, Sabtu.
Kekalahan Ubed sekaligus membatalkan terwujudnya All-Indonesian Final di sektor tunggal putra turnamen level BWF World Tour Super 300 tersebut.
“Pertandingan hari ini cukup ketat, saya tetap bersyukur walaupun hasilnya belum memuaskan. Tadi saya sudah coba yang terbaik, ya mungkin belum rezeki,” ujar Ubed dalam keterangan PBSI pascalaga.
Ubed menilai Dong mampu bermain lebih baik sepanjang pertandingan, khususnya di gim penentu lewat keberhasilan tunggal putra China itu mengubah skema serangan dengan mengandalkan tempo yang lebih cepat.
“Di turnamen ini dia memang bermain sangat baik, dia mempelajari pertemuan pertama kami tahun lalu,” katanya.
Baca juga: Alwi harap “All-Indonesian Final” tercipta di Australian Open 2026
Meski tersingkir, Ubed mengaku puas karena mampu melaju cukup jauh di turnamen BWF Super 500.
“Senang bisa menembus babak semifinal Super 500 pertama kali tapi pastinya saya belum puas, masih banyak lagi yang mau saya ke kejar di depan. Masih banyak yang harus diperbaiki dan dievaluasi lagi,” kata Ubed.
Sementara “All-Indonesian Final” batal terwujud, Merah Putih masih berpeluang membawa pulang gelar juara tunggal putra Australian Open 2026 setelah Alwi Farhan mengunci tiket final dengan menyisihkan wakil Hong Kong berdarah Indonesia Jason Gunawan di semifinal lain.
Alwi tentu tak ingin mengulangi kesalahan Ubed ketika menghadapi Dong dalam partai final pada Minggu (14/6) besok.
Selain Alwi, pasangan Indonesia Sabar KaryamanGutama/Moh. RezaPahleviIsfahani juga bakal tampil di partai final nomor ganda putra meladeni wakil China ChenBoyang/Liu Yi.
Baca juga: Sabar/Reza segel tiket final Australian Open 2026
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Gilang Galiartha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.