1. News
  2. Opinion
  3. Ketegangan AS-Iran Mereda, Harga Bitcoin Tembus Rp1,2 Miliar

Ketegangan AS-Iran Mereda, Harga Bitcoin Tembus Rp1,2 Miliar

ketegangan-as-iran-mereda,-harga-bitcoin-tembus-rp1,2-miliar
Ketegangan AS-Iran Mereda, Harga Bitcoin Tembus Rp1,2 Miliar
Ketegangan AS-Iran Mereda, Harga Bitcoin Tembus Rp1,2 Miliar
Ilustrasi. (Agung)

SENTIMEN pasar global menunjukkan sinyal pemulihan signifikan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz. Meredanya ketidakpastian geopolitik ini memicu kembalinya minat investor pada aset berisiko tinggi. Inimendorong harga bitcoin menembus level US$65.900 atau sekitar Rp1,2 miliar pada Senin (15/6).

Berdasarkan data KoinMarketCapbitcoin diperdagangkan di kisaran US$63.900 hingga US$65.900, mencatatkan kenaikan sekitar 2% dalam 24 jam terakhir. Posisi ini menempatkan aset kripto terbesar tersebut hampir 8% di atas level terendah pekan lalu yang sempat merosot di bawah US$60.900.

Respon Positif Pasar Crypto

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, menilai bahwa stabilitas di Timur Tengah memberikan ruang napas bagi pasar setelah berminggu-minggu dibayangi sentimen kehati-hatian. Menurutnya, penurunan risiko global secara otomatis meningkatkan selera risiko (selera risiko) investor.

“Pasar kripto saat ini merespons membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mulai mereda. Ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk bitcoin dan aset kripto lain,” ujar Aloysia.

Selain bitcoin, sejumlah aset kripto utama lainjuga mencatatkan performa positif:

  • Ethereum (ETH): Naik 5,1% ke level US$1.758.
  • Solana (SOL): Menguat 6,6% menjadi US$72,6.
  • XRP: Bertambah 7,1% ke posisi US$1,2.
  • Hipercair (HYPE): Mencatatkan kenaikan tertinggi sebesar 11,6% ke level US$67,8.

Korelasi dengan Pasar Global dan Minyak Mentah

Pemulihan ini berjalan beriringan dengan koreksi harga minyak mentah Brent yang turun lebih dari 4% menuju kisaran US$83 per barel. Penurunan harga minyak ini terjadi karena pasar mulai menghapus premi risiko geopolitik yang sebelumnya membebani ekonomi global. Di sisi lain, pasar saham Asia dan kontrak berjangka indeks saham AS bergerak positif, sementara tekanan terhadap dolar AS mulai melandai.

Catatan Redaksi: Meskipun sentimen geopolitik membaik, data menunjukkan adanya arus keluar sebesar US$1,72 miliar pada ETF Bitcoin Spot di AS dalam sepekan terakhir, menandakan investor institusional masih bersikap waspada.

Saran Investasi dan Mitigasi Risiko

Meski tren saat ini positif, Indodaxmengingatkan bahwa keberlanjutan penguatan Bitcoin masih bergantung pada banyak faktor, termasuk arus dana institusional, perkembangan regulasi, dan kebijakan moneter global.

“Investor perlu mencermati perkembangan pasar secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu sentimen tertentu,” tambah Aloysia. Sebagai pertukaran kripto yang diatur di Indonesia, pihaknya menyarankan masyarakat untuk tetap menerapkan prinsip Lakukan Riset Anda Sendiri (DYOR) dan memanfaatkan strategi Rata-rata Biaya Dolar (DCA) melalui fitur investasi rutin untuk mengelola risiko di tengah volatilitas pasar yang dinamis. (Ant/I-2)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Ketegangan AS-Iran Mereda, Harga Bitcoin Tembus Rp1,2 Miliar
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us