1. News
  2. Komunitas
  3. Doom Scrolling: Ketika Otak Terbiasa dengan Hal Serba Singkat

Doom Scrolling: Ketika Otak Terbiasa dengan Hal Serba Singkat

doom-scrolling:-ketika-otak-terbiasa-dengan-hal-serba-singkat
Doom Scrolling: Ketika Otak Terbiasa dengan Hal Serba Singkat

Pernahkah kamu berniat membuka media sosial hanya untuk beberapa menit, tetapi tanpa sadar satu jam berlalu begitu saja? Awalnya hanya ingin melihat kabar terbaru, membalas pesan, atau mencari hiburan setelah menjalani hari yang melelahkan. Namun, jari terus bergerak dari satu konten ke konten berikutnya, mulai dari berita buruk, konflik di media sosial, hingga berbagai informasi yang justru membuat pikiran semakin penuh.

Di era digital, mendapatkan informasi memang menjadi jauh lebih mudah. Dalam hitungan detik, kita bisa mengetahui berbagai peristiwa yang terjadi di berbagai tempat. Namun, kemudahan tersebut juga membawa kebiasaan baru yang mulai banyak dialami pengguna media sosial, yaitu doom scrolling—kebiasaan terus-menerus mengonsumsi konten negatif atau informasi yang memicu kecemasan meskipun hal tersebut membuat kondisi emosional semakin tidak nyaman.

Fenomena ini sering muncul tanpa disadari. Seseorang mungkin awalnya hanya ingin memahami sebuah isu atau mencari kepastian dari berita yang mengkhawatirkan. Namun, semakin banyak informasi negatif yang dibaca, semakin besar pula dorongan untuk terus mencari pembaruan terbaru. Bukannya merasa lebih tenang, pikiran justru semakin dipenuhi rasa khawatir dan takut.

Salah satu alasan doom scrolling sulit dihentikan adalah karena manusia secara alami memiliki kecenderungan lebih memperhatikan informasi negatif dibandingkan informasi positif. Dalam dunia digital, kecenderungan tersebut semakin diperkuat oleh algoritma media sosial yang sering menampilkan konten berdasarkan tingkat perhatian dan interaksi pengguna. Konten yang memicu emosi kuat seperti marah, takut, atau cemas sering kali membuat seseorang bertahan lebih lama di layar.

Bagi Gen Z, fenomena ini menjadi semakin relevan karena media sosial bukan hanya tempat hiburan, tetapi juga menjadi sumber berita, ruang berdiskusi, hingga tempat membangun identitas diri. Di satu sisi, kemampuan mendapatkan informasi dengan cepat adalah keuntungan besar. Namun di sisi lain, terlalu banyak menerima informasi tanpa jeda dapat membuat seseorang merasa kelelahan secara mental.

Dampak doom scrolling tidak berhenti pada perubahan suasana hati. Kebiasaan ini dapat meningkatkan kecemasan, memicu stres berkepanjangan, mengganggu kualitas tidur, hingga menurunkan fokus dalam aktivitas sehari-hari. Banyak orang juga melakukan doom scrolling menjelang tidur, sehingga pikiran tetap aktif ketika tubuh sebenarnya membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Namun, masalahnya bukan pada penggunaan media sosial itu sendiri. Teknologi tetap menjadi alat yang membantu manusia terhubung dan mendapatkan informasi. Tantangannya adalah bagaimana kita mengendalikan cara menggunakan teknologi agar tidak justru membuat kita kehilangan ruang untuk berpikir dan beristirahat.

Saatnya Gen Z mengambil peran dalam membangun hubungan yang lebih sehat dengan dunia digital. Bukan berarti harus menjauh dari berita atau berhenti menggunakan media sosial, tetapi mulai lebih sadar terhadap apa yang dikonsumsi setiap hari. Memilih sumber informasi yang terpercaya, membatasi waktu layar, dan memberi jeda dari konten negatif dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kesehatan mental.

Selain itu, penting untuk memahami bahwa tidak semua hal harus kita ketahui saat itu juga. Ada informasi yang memang perlu diperhatikan, tetapi ada juga informasi yang hanya menambah kecemasan tanpa memberikan solusi.

Karena terkadang, kita terlalu sibuk mencari tahu apa yang terjadi di dunia sampai lupa mengecek apa yang terjadi dalam diri sendiri.

Pada akhirnya, media sosial seharusnya menjadi tempat untuk mendapatkan wawasan, inspirasi, dan koneksi—bukan ruang yang membuat kita terus hidup dalam ketakutan.

Mungkin pertanyaannya bukan lagi, “Berapa lama kita menghabiskan waktu di layar?”

Tetapi, “Apakah apa yang kita konsumsi setiap hari membuat kita menjadi lebih baik, atau justru semakin kehilangan ketenangan?”

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Doom Scrolling: Ketika Otak Terbiasa dengan Hal Serba Singkat
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us