Jamu telah menjadi bagian dari budaya kesehatan masyarakat Indonesia selama ratusan tahun. Banyak orang mengonsumsinya untuk menjaga kebugaran, meningkatkan stamina, hingga membantu mengatasi berbagai keluhan ringan. Namun, di balik popularitasnya, masih ada risiko peredaran jamu ilegal yang dapat membahayakan kesehatan.
Dokter mengingatkan masyarakat agar tidak hanya melihat klaim manfaat pada kemasan, tetapi juga memastikan keamanan produk sebelum dikonsumsi. Jamu yang tidak jelas asal-usulnya berpotensi mengandung bahan tambahan berbahaya yang dapat memberikan efek buruk bagi tubuh.
- Periksa Legalitas Produk
Langkah pertama sebelum membeli jamu adalah memastikan produk telah memiliki izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Nomor izin edar menunjukkan bahwa produk telah melalui proses pengawasan terkait keamanan, mutu, dan informasi yang tercantum dalam kemasan.
- Waspadai Klaim Berlebihan
Jamu yang menjanjikan hasil instan seperti menyembuhkan semua penyakit atau memberikan efek luar biasa dalam waktu singkat perlu diwaspadai. Klaim berlebihan sering menjadi salah satu tanda produk tidak aman.
- Perhatikan Komposisi dan Kemasan
Produk legal biasanya mencantumkan komposisi, aturan konsumsi, tanggal kedaluwarsa, serta informasi produsen secara jelas. Sebaliknya, jamu ilegal sering memiliki kemasan sederhana tanpa informasi lengkap.
Bagi generasi muda yang semakin peduli terhadap gaya hidup sehat, penting untuk tidak hanya mengikuti tren kesehatan, tetapi juga memahami keamanan produk yang digunakan.
Karena sehat bukan hanya tentang memilih sesuatu yang terlihat alami, tetapi juga memastikan apa yang masuk ke tubuh benar-benar aman.