
Legenda Putri Merak Jingga, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara | Magnific AI
Legenda Putri Merak Jingga merupakan salah satu cerita rakyat yang ada di daerah Sumatera Utara. Legenda ini berkisah tentang seorang putri cantik jelita di Kerajaan Bandar Deli dulunya.
Bagaimana kisah dari legenda Putri Merak Jingga tersebut?
Legenda Putri Merak Jingga, Cerita Rakyat dari Sumatera Utara
Dilihat dari buku Asal Usul: Bunga Rampai Cerita Rakyat Sumatera Utara, alkisah pada zaman dahulu di Kerajaan Bandar Deli ada seorang putri raja yang cantik jelita. Putri tersebut bernama Putri Merak Jingga.
Kecantikan sang putri tersiar hingga ke Negeri Cina. Raja Haloan yang memerintah di sana tertarik dengan kecantikan Putri Merak Jingga dan ingin mempersuntingnya.
Rombongan Raja Haloan kemudian berangkat menuju Kerajaan Bandar Deli. Ribuan armada kapal turut mendampingi kepergian sang raja.
Di sisi lain, Putri Merak Jingga sebenarnya sudah memiliki seorang tambatan hati. Sang putri jatuh hati pada teman kakaknya yang bernama Alang Jermal.
Sama seperti Putri Merak Jingga, Alang Jermal juga merasakan hal yang sama padanya. Hubungan dua sejoli ini juga diketahui oleh kakak Putri Merak Jingga.
Pada suatu hari, Putri Merak Jingga meminta Alang Jermal untuk mencarikan ikan terenak, yakni ikan belida. Alang Jermal pun memenuhi permintaan pujaan hatinya itu.
Sebelum berangkat, Putri Merak Jingga menitipkan sebuah bunga padanya. Jika kelak bunga itu layu, maka ada suatu hal yang terjadi padanya.
Rombongan Raja Haloan tiba begitu Alang Jermal pergi melaut. Rombongan ini disambut baik Raja Bandar Deli.
Raja Haloan kemudian menyampaikan maksud kedatangannya. Pangeran yang juga hadir di sana mengetahui jika lamaran Raja Haloan tidak akan bisa diterima.
Sang pangeran kemudian memberitahu Raja Bandar Deli jika Putri Merak Jingga sudah memiliki orang yang dicintainya. Orang tersebut adalah Alang Jermal.
Mengetahui hal ini, sang raja kemudian menolak pinangan itu dengan baik. Namun hal ini tentu tidak diterima oleh Raja Haloan.
Pertempuran pun akhirnya pecah saat itu juga. Namun sayang, armada Raja Haloan yang sangat banyak berhasil memporak porandakan Kerajaan Bandar Deli.
Raja dan pangeran gugur dalam pertempuran ini. Putri Merak Jingga yang mengurung diri di kamar akhirnya dibawa oleh Raja Haloan ke Negeri Cina.
Jauh di lautan, Alang Jermal tengah berupaya mencari ikan terbaik. Begitu sedang asik mencari ikan, Alang Jermal melihat bunga yang dititipkan Putri Merak Jingga layu tiba-tiba.
Alang Jermal menyadari jika ada sebuah bahaya yang terjadi. Dirinya kemudian memutuskan untuk kembali ke Kerajaan Bandar Deli secepatnya.
Begitu tiba, Alang Jermal hanya bisa melihat kampung halamannya porak poranda. Dirinya pun mengetahui jika Putri Merak Jingga sudah dibawa ke Cina oleh Raja Haloan.
Dengan sigap, Alang Jermal berusaha menyusul pujaan hatinya. Untungnya kapal Raja Haloan masih berada di lautan lepas dan belum sampai ke daratan.
Pertempuran pun terjadi saat itu juga. Alang Jermal yang memiliki kesaktian mumpuni berhasil mengimbangi kekuatan Raja Haloan.
Dalam sebuah kesempatan, Alang Jermal berhasil melancarkan serangan fatal. Raja Haloan yang sudah menjelma menjadi seekor naga terkena serangan telak di bagian mata.
Hal ini membuat Raja Haloan menjadi buta dan tidak bisa melihat. Alang Jermal langsung memanfaatkan kesempatan ini dengan menyelamatkan Putri Merak Jingga dan kabur secepatnya.
Raja Haloan yang dalam bentuk naga menjadi mengamuk membabi buta. Konon amukan Raja Haloan inilah yang membuat Laut Cina Selatan dikenal buas dan membahayakan para pelaut yang tidak berpengalaman.
Akhirnya Putri Merak Jingga menikah dengan Alang Jermal. Mereka berdua kemudian dinobatkan sebagai raja dan ratu di Kerajaan Bandar Deli oleh masyarakat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Irfan Jumadil Aslam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Irfan Jumadil Aslam.
Tim Editor