1. News
  2. Berita
  3. Hiu Berjalan Raja Ampat Bikin Peneliti Kaget, Populasinya Terpadat Sedunia

Hiu Berjalan Raja Ampat Bikin Peneliti Kaget, Populasinya Terpadat Sedunia

hiu-berjalan-raja-ampat-bikin-peneliti-kaget,-populasinya-terpadat-sedunia
Hiu Berjalan Raja Ampat Bikin Peneliti Kaget, Populasinya Terpadat Sedunia

28 Juni 2026 11.20 WIB • 3 menit

Hiu Berjalan Raja Ampat Bikin Peneliti Kaget, Populasinya Terpadat Sedunia

images info

Sebuah studi terbaru dari perairan Raja Ampat, Papua Barat Daya, mengungkap kabar menggembirakan bagi upaya konservasi laut Indonesia. Penelitian yang berlangsung selama 14 bulan itu menemukan bahwa hiu berjalan endemik Raja Ampat (Hemiscyllium freycineti) memiliki kepadatan populasi tertinggi yang pernah tercatat di dunia untuk seluruh genus Hemiscyllium. 

Studi komprehensif ini dilakukan oleh tim peneliti dari Elasmobranch Institute Indonesia, BLUD UPTD Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan di Kepulauan Raja Ampat, Konservasi Indonesia, masyarakat Arborek, serta Re:wild. Penelitian menjadi kajian menyeluruh pertama yang mendokumentasikan biologi, struktur populasi, dan ekologi spasial hiu berjalan setelah spesies ini resmi dilindungi melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 30 Tahun 2023.

Kepadatan Populasi Tertinggi yang Pernah Tercatat

Penelitian berlangsung sejak Februari 2024 hingga April 2025 di kawasan Selat Dampier, Raja Ampat. Selama periode tersebut, para peneliti melakukan survei malam sebanyak 64 kali di enam lokasi berbeda. Hasilnya, mereka berhasil mengidentifikasi 736 individu unik dari total 1.191 kali penampakan hiu berjalan.

Lokasi dengan kepadatan populasi tertinggi ditemukan di Kampung Sawinggrai, Pulau Gam, dengan estimasi mencapai 2.462 individu per kilometer persegi. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi yang pernah dilaporkan untuk genus Hemiscyllium di dunia. Selain Pulau Gam, populasi hiu berjalan juga terkonsentrasi di sekitar Pulau Arborek, Fam, Mansuar, dan Batanta.

Komposisi populasi juga menunjukkan karakteristik yang menarik. Dari seluruh individu yang berhasil diidentifikasi, jumlah betina lebih banyak dibandingkan jantan dengan rasio sekitar 1,29:1. Ukuran tubuh hiu yang tercatat pun cukup beragam, mulai dari 19,4 sentimeter hingga 75 sentimeter, yang menunjukkan keberadaan berbagai kelompok umur dalam populasi tersebut.

Terumbu Karang Menjadi Habitat Pembesaran

Salah satu temuan terpenting dalam penelitian ini adalah peran terumbu karang sebagai habitat pengasuhan atau nurserybagi hiu berjalan. Sebanyak 69 persen individu muda ditemukan hidup di ekosistem terumbu karang, sementara individu dewasa lebih sering dijumpai di padang lamun dan hamparan pasir.

Perbedaan pemanfaatan habitat berdasarkan tahap kehidupan ini menunjukkan bahwa setiap ekosistem memiliki fungsi yang berbeda dalam mendukung siklus hidup hiu berjalan. Terumbu karang menjadi tempat penting bagi pertumbuhan hiu muda hingga siap memasuki fase dewasa. Karena itu, kerusakan terumbu karang dapat berdampak langsung terhadap regenerasi populasi di masa depan.

Temuan tersebut memperkuat pentingnya pengelolaan kawasan konservasi yang tidak hanya berfokus pada perlindungan spesies, tetapi juga menjaga kualitas habitat yang menjadi tempat berkembang biaknya.

Pergerakan Sangat Terbatas, Rentan terhadap Gangguan Lokal

Penelitian juga mengungkap bahwa hiu berjalan Raja Ampat memiliki tingkat kesetiaan terhadap habitat atau site fidelityyang sangat tinggi. Selama masa penelitian, pergerakan individu tercatat sangat terbatas dengan jarak perpindahan maksimum hanya sekitar 475 meter.

Menariknya, tidak ada satu pun individu yang teramati berpindah dari satu pulau ke pulau lainnya. Karakteristik ini menunjukkan bahwa hiu berjalan sangat bergantung pada kondisi habitat di lokasi tempat mereka hidup.

Di sisi lain, sifat tersebut membuat spesies ini menjadi lebih rentan terhadap berbagai gangguan lokal, seperti kerusakan terumbu karang, pembangunan pesisir yang tidak terkendali, maupun aktivitas manusia yang mengganggu ekosistem. Jika habitat di suatu lokasi mengalami penurunan kualitas, peluang hiu berjalan untuk bermigrasi ke wilayah lain relatif sangat kecil.

Kabar Baik bagi Konservasi Indonesia

Lead Conservation Scientist Elasmobranch Institute Indonesia sekaligus Pew Marine Fellow 2025, Edy Setyawan, menyatakan bahwa temuan kepadatan populasi yang sangat tinggi ini merupakan kabar baik bagi konservasi hiu berjalan di Indonesia. Keberhasilan menemukan populasi yang sehat menunjukkan bahwa kawasan Raja Ampat masih mampu menyediakan habitat yang mendukung kelangsungan hidup spesies endemik tersebut.

Meski demikian, hasil penelitian juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan ini harus dijaga melalui perlindungan habitat secara berkelanjutan. Mengingat hiu berjalan memiliki wilayah jelajah yang sempit dan sangat bergantung pada ekosistem terumbu karang, upaya menjaga kualitas kawasan konservasi menjadi faktor utama agar populasi tetap stabil pada masa mendatang. Penelitian ini sekaligus memperkuat dasar ilmiah bagi pengelolaan konservasi di Raja Ampat agar salah satu satwa laut paling unik di Indonesia tersebut tetap lestari di habitat alaminya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Hiu Berjalan Raja Ampat Bikin Peneliti Kaget, Populasinya Terpadat Sedunia
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us