
PIALA Dunia 2026 mulai banyak memakan korban bagi para pelatih. Satu per satu pelatih tumbang meninggalkan jabatannya akibat hasil yang jauh dari harapan. Meski turnamen baru babak 32 besar, sejumlah kursi pelatih dipastikan lowong.
Di Piala Dunia, keberhasilan bisa mengangkat reputasi seorang pelatih dalam semalam. Sebaliknya, satu kegagalan dapatmengakhiri proyek yang dibangun selama bertahun-tahun. Terbaru ialah Sebastian Beccacece yang mengakhiri masa baktinya bersama Ekuador. Pelatih asal Argentina itu memang hanya dikontrak hingga Piala Dunia 2026 sejak ditunjuk pada Agustus 2024. Kekalahan 0-2 dari tuan rumah Meksiko di babak 32 besar, Rabu (1/7) WIB, menjadi pertandingan terakhirnya bersama La Tri.
“Kontrak saya memang berakhir bersamaan dengan Piala Dunia. Kami pulang dengan membawa rasa hormat dan kebersamaan yang luar biasa dari para pemain. Mereka adalah kelompok pejuang yang luar biasa,” kata Beccacece dikutip The Canadian Press.
Beberapa jam sebelum pengumuman Beccacece, Ronald Koeman juga mengumumkan perpisahan dengan timnas Belanda. Kegagalan Belanda disingkirkan Maroko melalui adu penalti di babak 32 besar memaksa Koeman menyudahi kiprahnya. Kontrak Koeman memang habis selepas Piala Dunia ini.
“Saya memutuskan mengakhiri masa tugas sebagai pelatih tim nasional Belanda. Kami semua bermimpi menciptakan sejarah di Piala Dunia, tetapi itu tidak terjadi. Tidak ada yang lebih kecewa daripada saya. Sebagai pelatih kepala, saya memikul tanggung jawab itu,” kata Koeman dikutip ESPN.
Nasib serupa dialami Marcelo Bielsa. Pelatih Uruguai itu mengundurkan diri setelah La Celeste gagal lolos dari fase grup. Uruguai hanya meraih dua poin hasil dua kali imbang melawan Arab Saudi dan Tanjung Hijau serta kalah dari Spanyol. Bielsa, yang mulai menangani Uruguai sejak 2023 dengan kontrak hingga Piala Dunia 2026, mengakui kegagalan tersebut.
“Tanggung jawab sepenuhnya ada pada saya. Saya tidak bisa mencari alasan atas hasil yang kami raih. Cara saya mengelola tim tidak cukup baik. Kami sudah memberikan segalanya, tetapi itu tidak cukup,” kata Bielsa.
Korban pertama di Piala Dunia 2026 ini sejatinya datang dari Tunisia. Sabri Lamouchi menjadi pelatih pertama dalam sejarah Piala Dunia yang dipecat hanya dalam satu pertandingan. Kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka membuat federasi langsung mengakhiri kerja sama yang baru berjalan sejak Januari 2026 itu.
Tunisia kemudian menunjuk eks pelatih Arab Saudi, Herve Renard, sebagai pelatih sementara hingga akhir turnamen. Namun pergantian itu tidak mampu mengubah nasib karena Tunisia kembali kalah telak dari Jepang dan Belanda sehingga tersingkir di babak grup tanpa mampu bangkit.
Dari wakil Asia, tekanan publik yang amat besar memaksa Hong Myung-bo mengundurkan diri dari jabatan pelatih Korea Selatan usai gagal melewati fase grup. Ironisnya, Hong sebenarnya masih terikat kontrak hingga Piala Asia 2027.
Korea Selatan finis di posisi ketiga Grup A dan gagal menembus peringkat ketiga terbaik. Saat rombongan tim tiba di Bandara Incheon, Hong bahkan disambut kemarahan suporter yang membawa spanduk bernada protes terhadap sang pelatih maupun federasi sepak bola Korea.
Tersingkirnya Skotlandia juga memakan korban. Steve Clarke mengakhiri masa jabatannya setelah timnya gagal bersinar. Clarke memimpin Skotlandia selama tujuh tahun sejak 2019 dan sukses mengakhiri penantian panjang negaranya tampil di turnamen besar. Dia membawa Skotlandia lolos ke Piala Dunia 2026 namun performanya dianggap tidak memuaskan karena hanya meraih satu kemenangan.
Sementara itu, Miroslav Koubek juga mengakhiri kepelatihannya bersama Republik Ceko setelah timnya menjadi juru kunci Grup A dengan hanya mengoleksi satu poin. Dia sebenarnya menandatangani kontrak berdurasu dua tahun pada 2025 setelah membawa Ceko lolos ke Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 2006. Namun kegagalan membuat posisinya tak lagi bisa dipertahankan.
Posisi lain yang kemungkinan lowong ialah kursi pelatih Afrika Selatan yang tersingkir di babak 32 besar usai kalah dari Kanada. Kontrak pelatih Hugo Broos sedianya berakhir sampai Piala Dunia 2026 ini namun belum ada pengumuman resmi dari sang pelatih maupun federasi. (H-4)