1. News
  2. Mojok
  3. Dapat Harta Warisan Itu Justru Menyebalkan, Lebih Banyak Dramanya!

Dapat Harta Warisan Itu Justru Menyebalkan, Lebih Banyak Dramanya!

dapat-harta-warisan-itu-justru-menyebalkan,-lebih-banyak-dramanya!
Dapat Harta Warisan Itu Justru Menyebalkan, Lebih Banyak Dramanya!

Dulu, melihat adegan sinetron di mana sang tokoh utama mendapatkan harta warisan, saya iri. Saya sampai mengkhayal, andai suatu hari bisa merasakan mendapat warisan entah dari mana. Kaya mendadak, bisa berfoya-foya, hidup santai menikmati harta, duh nikmatnya dunia.

Kebanyakan orang cuma memikirkan bagian senangnya saja. Padahal semua pasti ada suka dukanya, termasuk mendapatkan warisan. Di balik enaknya dapat warisan, ada juga beberapa hal menyebalkan yang bakal dialami. Apalagi jika yang mendapatkannya adalah orang dengan status ekonomi menengah ke bawah.

Berstatus ekonomi menengah ke bawah, ketika mendapatkan harta warisan banyak juga repotnya. Apa-apa harus mengurus sendiri. Itulah yang dirasakan oleh ibu saya. Pernah merasakan dapat warisan dari orang tuanya, ibu saya nggak hanya merasakan enaknya, tapi juga menyebalkannya.

Berdasarkan pengalaman, 4 hal menyebalkan ini sudah pasti akan dialami si kaum menengah bawah saat dapat warisan. Makanya, persiapkan diri.

#1 Drama keluarga saat pembagian harta warisan

Sebelum warisan dibagikan, biasanya ada musyawarah dan urus-urus berbagai dokumen. Untuk melakukan itu semua, dibutuhkan kerja sama. Seakur-akurnya keluarga, pasti bakal ada ngotot-ngototan dan nggak kooperatifnya. Apalagi, kalau sudah menyangkut uang.

Ada ungkapan, “uang nggak kenal saudara”. Itu benar. Uang selalu menjadi hal yang paling ampuh untuk menguji hubungan persaudaraan. Apalagi, kalau pihak-pihak yang terlibat bokek dan butuh uang cepat.

Terasa lebih banyak lagi dramanya, jika harta warisan yang ada berbentuk aset, misalnya rumah. Belum lagi, kalau salah satu ahli waris ada yang menempati rumah tersebut. Bisa-bisa terjadi sengketa.

Semua drama itu sudah pernah saya saksikan sendiri terjadi di keluarga besar saya. Untungnya, segala permasalahan tersebut bisa selesai. Sekarang sudah damai, meski sempat ada perbedaan pendapat dan salah paham saat kepengurusan warisan.

#2 Repot mengurus dokumen harta warisan

Kalau warisannya berbentuk uang tunai, tinggal dibagi. Tapi kalau tersimpan di bank, nggak semudah itu. Apalagi, kalau warisannya berbentuk aset.

Ahli waris harus mengurus berbagai dokumen. Minimal, mengurus akta kematian dan surat keterangan ahli waris. Bahkan jika diperlukan, mengurusnya bisa sampai ke pengadilan agama.

Sepupu jauh saya, harus mengurus sampai pengadilan agama demi mencairkan tabungan di bank milik almarhum ayahnya. Alasannya, karena warisannya berbentuk deposito dan bilyetnya hilang. Ternyata, membuat surat kehilangan dari kepolisian aja nggak cukup.

Saat mengurus harta warisan, ibu saya langganan membeli materai dan leges berkas di kantor pos. Lalu, mengurus dokumennya bisa dari tahap RT sampai kecamatan. Bahkan apesnya, karena lalai soal akta kematian yang nggak kunjung diurus, ibu saya bersama ahli waris lain harus berurusan pula dengan pengadilan agama.

#3 Dihubungi orang yang mau pinjam uang

Sebaiknya, saat dapat harta warisan, diam-diam saja. Soalnya kalau orang-orang tahu, bisa menjadi target untuk berutang. Bahkan, yang nggak pernah menghubungi sebelumnya bisa tiba-tiba akrab seolah baru berkontak kemarin sore.

Saat ibu saya dapat warisan dari kakek saya, ada sepupu ibu yang sudah sangat lama nggak mengontak, tiba-tiba WA mau pinjam uang. Bagaimana mau iba dan memberi, datang menjenguk kakek saya saat sakit atau ke pemakamannya saat meninggal saja nggak. Padahal, masih saudara.

Ada teman ibu yang memperingatkan untuk nggak sembarangan meminjamkan uang. Tapi, malah dia sendiri yang akhirnya meminjam uang dari ibu saya. Ada lagi yang mau pinjam untuk keperluan yang sebenarnya nggak mendesak.

Selain karena uang warisan tersebut menjadi pegangan di kala COVID-19, meminjamkan uang kepada sembarangan orang juga rasanya berat. Apalagi yang muncul tiba-tiba, padahal sebelum-sebelumnya nggak mau bersilaturahmi. Terasa sekali datang hanya karena butuh.

BACA JUGA: Derita Anak Punya Warisan Banyak dari Ortu tapi Warisan Utang, Hidup Berantakan buat Melunasi

#4 Dianggap kaya

Segala harta kepunyaan orang tua yang wafat, akan diwariskan kepada anaknya atau ahli waris. Nah, nggak melulu jumlahnya fantastis. Selain itu, untuk mengurus berkas dan lainnya, butuh biaya.

Meski sudah hampir 10 tahun lalu dapat harta warisan, tapi anggapan ibu saya kaya raya berkat warisan, masih melekat sampai sekarang. Pertanyaan mengapa masih sewa rumah padahal dapat warisan adalah hal yang paling sering saya dengar. Mereka bicara seolah-olah tahu keuangan kami.

Padahal nggak lama setelah ibu saya dapat warisan, COVID-19 melanda. Sehingga, uangnya banyak dipakai untuk bertahan di tengah gempuran cobaan ekonomi di kala COVID-19. Lagi pula, keluarga saya ekonominya menengah ke bawah. Jelas lebih sering mengalami masa-masa sulit ketimbang menapak awan di langit.

Ada utang yang harus dibayar. Banyak kebutuhan yang harus dibeli karena sebelumnya membayangkan bisa membelinya saja tidak. Makanya pas dapat uang warisan, dimanfaatkan sebaik mungkin untuk ini dan itu.

Dapat harta warisan memang harus disyukuri. Tapi perlu dipahami, hal itu nggak selamanya indah. Tapi, orang lain mana mau mengerti. Yang mereka tahu, dapat warisan artinya kaya mendadak, seperti dapat durian runtuh. Sama seperti adegan sinetron. Padahal yang namanya ketimpaan durian, walau enak, tetap saja ada sakitnya.

Penulis: Arsyindah Farhan
Editor: Rizky Prasetya

BACA JUGA Nelangsa Orang Tua di Desa: Diabaikan Anak di Masa Renta tapi Warisan Diperebutkan, Ortu Sehat Didoakan Cepat Meninggal

Terminal Mojok merupakan platform User Generated Content (UGC) untuk mewadahi jamaah mojokiyah menulis tentang apa pun. Submit esaimu secara mandiri lewat cara ini dari.

Terakhir diperbarui pada 2 Juli 2026 oleh

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Dapat Harta Warisan Itu Justru Menyebalkan, Lebih Banyak Dramanya!
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us