Jakarta (ANTARA) – Tunggal putri Indonesia Mayla Cahya Afilian Pratiwi menjadikan Kejuaraan Asia Junior 2026 sebagai bahan evaluasi penting untuk menatap Kejuaraan Dunia Junior atau World Junior Championships (WJC) 2026.
Mayla terhenti pada perempat final setelah kalah dari wakil China Yi Qing Yin dengan skor 17-21, 10-21 di Yatsushiro City General Gymnasium, Jepang, Jumat.
“Gim pertama mainnya sudah lumayan oke, namun di game kedua saya banyak buang-buang bola dan melakukan kesalahan sendiri,” kata Mayla dalam keterangan resmi PP PBSI setelah laga.
Pada gim pertama, Mayla masih mampu memberi perlawanan dan menjaga jarak poin dengan Yi. Namun, setelah kehilangan gim pembuka, pemain muda Indonesia itu kesulitan keluar dari tekanan lawan pada gim kedua.
Mayla mengatakan Yi memiliki kualitas serangan yang cukup menyulitkan, terutama dari pukulan smash dan permainan depan net yang cepat.
“Lawan memiliki smash yang tajam dan bola depannya cepat,” ujar Mayla.
Meski terhenti di delapan besar tunggal putri, Mayla menilai pengalaman menghadapi pemain kuat seperti Yi menjadi bekal berharga untuk memperbaiki penampilan pada turnamen berikutnya.
Ia mengatakan fokus dan pola pikir menjadi dua aspek utama yang harus dibenahi sebelum tampil di Kejuaraan Dunia Junior 2026 yang dijadwalkan bergulir di Kairo, Mesir pada awal Oktober.
“Untuk WJC nanti saya mau memperbaiki lagi dari fokusnya dan pola pikirnya harus dikuatkan lagi,” kata Mayla.
Baca juga: Fardhan ke semifinal Kejuaraan Asia Junior 2026
Baca juga: Ester Nurumi beralih dari tunggal ke ganda putri bersama Lanny
Baca juga: Indonesia terhenti di perempat final Kejuaraan Asia Junior 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.