Jakarta (ANTARA) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat meluncurkan buku Sports Intelligence di Universitas Negeri Surabaya, Surabaya, Selasa.
Buku ini merupakan proyek yang digarap semenjak 2019 dengan terfokus pada media sebagai sumber informasi yang diperlukan dalam pembinaan olahraga.
“Buku Sports Intelligence ini sebenarnya dimulai sejak saya mengawali sebagai Ketum KONI Pusat pada 2019. Saya selalu menyampaikan kepada teman-teman media, bahwa media itu bagian Sports Intelligence karena media memiliki jaringan yang luas untuk mengumpulkan informasi yang diperlukan pembina olahraga di Indonesia,” jelas Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI Purn. Marciano Norman dalam keterangan resmi, Rabu.
Menurut Marciano, kemenangan yang diperoleh dari olahraga harus berbasis pada data informasi dan strategi.
Baca juga: Ketum KONI sebut tim koordinatif tengah kaji persiapan teknis PON 2028
Marciano pun menegaskan bahwa saat ini olahraga telah menjadi pertempuran data dan teknologi tingkat tinggi. Sports Intelligence hadir sebagai “otak strategis” yang menghubungkan sports science tradisional dengan inovasi digital masa depan seperti AI dan big data.
“Buku ini hadir pada momentum yang tepat yakni tanggal 7 bulan 7 tahun 2026. Semoga karya ini menjadi referensi penting bagi akademisi, pengambil kebijakan, dan seluruh insan olahraga Indonesia,” kata Rektor UNESA yang diwakili Wakil Rektor IV sekaligus Ketua Pengurus Provinsi FOPI Jawa Timur, Prof. Dr. Dwi Cahyo Kartiko.
Ketua tim penulis sekaligus Kabid Sports Intelligence Eman Sungkowo mengawali presentasi yang merangkum isi buku tersebut.
“Intelijen olahraga merupakan bentuk pemanfaatan informasi strategis dalam olahraga yang memungkinkan atlet dan pelatih memahami kekuatan, kelemahan serta pola lawan secara lebih mendalam dengan informasi yang akurat,” terang mantan Inspektur Utama (Irtama) BIN itu.
Baca juga: Ketua KONI Pusat buka Kejuaraan Nasional Boling Junior 2026
Baca juga: Menpora ingatkan jangan ada pembajakan atlet untuk PON 2028
Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.