1. News
  2. Komunitas
  3. Hidup Sederhana Kembali Jadi Tren. Mengenal Fenomena Underconsumption Core

Hidup Sederhana Kembali Jadi Tren. Mengenal Fenomena Underconsumption Core

hidup-sederhana-kembali-jadi-tren.-mengenal-fenomena-underconsumption-core
Hidup Sederhana Kembali Jadi Tren. Mengenal Fenomena Underconsumption Core

Tips Memasak Sederhana

Di tengah media sosial yang dipenuhi video haul, tren belanja, dan gaya hidup serba baru, muncul gerakan yang justru mengajak orang melakukan hal sebaliknya. Alih-alih membeli barang terbaru, semakin banyak anak muda mulai menunjukkan kebiasaan menggunakan barang hingga benar-benar habis, memperbaiki barang yang rusak, dan membeli sesuatu hanya ketika memang dibutuhkan. Fenomena ini dikenal sebagai underconsumption core.

Tren ini mulai ramai di TikTok dan kemudian menarik perhatian banyak media internasional. Berbeda dengan gaya hidup minimalis yang berfokus pada mengurangi jumlah barang, underconsumption core lebih menekankan pada penggunaan barang secara maksimal sebelum memutuskan membeli yang baru. Gerakan ini juga menjadi respons terhadap meningkatnya biaya hidup serta kesadaran akan dampak konsumsi berlebihan terhadap lingkungan.

Mengapa tren ini semakin diminati?

1. Biaya hidup terus meningkat
Harga kebutuhan sehari-hari yang semakin tinggi membuat banyak orang lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang.

2. Kesadaran lingkungan semakin besar
Menurut United Nations Environment Programme (UNEP), pola konsumsi yang berlebihan berkontribusi terhadap peningkatan limbah dan penggunaan sumber daya alam.

3. Tidak semua tren harus diikuti
Media sosial sering menciptakan keinginan untuk membeli barang baru, padahal barang yang dimiliki masih berfungsi dengan baik.

4. Mengurangi pembelian impulsif
Membiasakan diri bertanya, “Apakah aku benar-benar membutuhkan ini?” dapat membantu mengurangi pengeluaran yang tidak perlu.

5. Memaksimalkan fungsi barang
Menggunakan pakaian, sepatu, atau peralatan hingga masa pakainya habis merupakan bentuk konsumsi yang lebih bertanggung jawab.

6. Hemat bukan berarti pelit
Mengelola pengeluaran dengan bijak adalah bagian dari literasi keuangan, bukan tanda bahwa seseorang tidak mampu.

7. Kualitas lebih penting daripada kuantitas
Membeli barang yang tahan lama sering kali lebih menguntungkan dibanding membeli banyak barang dengan kualitas rendah.

8. Konsumsi yang bijak memberi manfaat ganda
Selain membantu kondisi keuangan, kebiasaan ini juga berkontribusi mengurangi limbah dan mendukung gaya hidup yang lebih berkelanjutan.

Underconsumption core mengingatkan bahwa nilai sebuah barang tidak ditentukan oleh seberapa baru atau mahal harganya, tetapi seberapa lama dan seberapa baik barang tersebut digunakan. Di tengah budaya konsumtif yang terus berkembang, memilih membeli dengan lebih sadar justru menjadi bentuk kebebasan yang sesungguhnya.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Hidup Sederhana Kembali Jadi Tren. Mengenal Fenomena Underconsumption Core
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us