1. News
  2. Komunitas
  3. Berani Bilang “Aku Lagi Hemat”. Mengenal Tren Loud Budgeting

Berani Bilang “Aku Lagi Hemat”. Mengenal Tren Loud Budgeting

berani-bilang-“aku-lagi-hemat”.-mengenal-tren-loud-budgeting
Berani Bilang “Aku Lagi Hemat”. Mengenal Tren Loud Budgeting

Selama ini, banyak orang merasa tidak enak menolak ajakan nongkrong, liburan, atau membeli barang demi menjaga citra di depan teman. Akibatnya, tidak sedikit yang tetap mengeluarkan uang meski kondisi keuangannya sebenarnya belum memungkinkan. Namun, belakangan muncul tren baru yang justru mendorong keterbukaan soal kondisi finansial, yaitu loud budgeting.

Istilah loud budgeting mulai populer pada awal 2024 setelah dibahas oleh kreator konten dan pakar keuangan di media sosial. Berbeda dengan anggapan bahwa menghemat adalah sesuatu yang memalukan, tren ini mengajak seseorang untuk secara jujur mengatakan, “Aku tidak ikut karena sedang mengatur pengeluaran,” tanpa merasa bersalah atau takut dianggap pelit.

Fenomena ini mendapat perhatian karena dinilai sebagai respons terhadap meningkatnya biaya hidup dan tekanan gaya hidup di media sosial. Menurut survei Deloitte Global Gen Z & Millennial Survey 2025, biaya hidup menjadi salah satu kekhawatiran terbesar generasi muda di berbagai negara.

Lalu, apa yang bisa dipelajari dari loud budgeting?

1. Menghilangkan stigma tentang berhemat
Mengatur keuangan bukan tanda seseorang kekurangan, tetapi bentuk tanggung jawab terhadap kondisi finansial.

2. Tidak semua ajakan harus diterima
Menolak ajakan makan atau liburan demi menjaga anggaran bukan berarti tidak menghargai teman.

3. Mengurangi tekanan sosial
Bersikap jujur mengenai prioritas keuangan dapat mengurangi kebiasaan mengeluarkan uang hanya karena takut dianggap berbeda.

4. Fokus pada tujuan finansial
Setiap pengeluaran yang ditunda bisa menjadi langkah menuju tujuan yang lebih besar, seperti dana darurat, investasi, atau membeli rumah.

5. Kejujuran menciptakan hubungan yang lebih sehat
Teman yang baik umumnya akan menghargai keputusan seseorang untuk mengelola keuangannya dengan bijak.

6. Tidak perlu mengikuti gaya hidup orang lain
Kemampuan finansial setiap orang berbeda. Membandingkan pengeluaran hanya akan memicu stres yang tidak perlu.

7. Berhemat bukan berarti berhenti menikmati hidup
Kuncinya adalah memilih pengeluaran yang benar-benar memberikan nilai dan kebahagiaan, bukan sekadar mengikuti tren.

8. Literasi keuangan dimulai dari keberanian mengambil keputusan
Salah satu keputusan finansial terbaik adalah berani mengatakan “tidak” ketika suatu pengeluaran memang belum menjadi prioritas.

Loud budgeting menunjukkan bahwa cara pandang terhadap uang mulai berubah. Generasi muda tidak lagi hanya mengejar citra mampu, tetapi juga berusaha membangun kondisi keuangan yang lebih sehat. Sebab pada akhirnya, kebebasan finansial bukan ditentukan oleh seberapa sering kita membelanjakan uang, melainkan seberapa bijak kita mengelolanya.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Berani Bilang “Aku Lagi Hemat”. Mengenal Tren Loud Budgeting
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us