1. News
  2. Komunitas
  3. Masih Datang ke Kantor, Tapi Hati Sudah Tidak Terlibat. Mengenal Fenomena The Great Detachment

Masih Datang ke Kantor, Tapi Hati Sudah Tidak Terlibat. Mengenal Fenomena The Great Detachment

masih-datang-ke-kantor,-tapi-hati-sudah-tidak-terlibat.-mengenal-fenomena-the-great-detachment
Masih Datang ke Kantor, Tapi Hati Sudah Tidak Terlibat. Mengenal Fenomena The Great Detachment

Beberapa tahun lalu, dunia kerja ramai membahas fenomena The Great Resignation, ketika jutaan pekerja memutuskan mengundurkan diri setelah pandemi. Namun, kini muncul tren baru yang lebih sulit dikenali. Banyak karyawan tidak lagi resign, tetapi secara emosional sudah tidak terhubung dengan pekerjaannya. Mereka tetap hadir, menyelesaikan tugas, tetapi kehilangan rasa memiliki dan semangat untuk berkembang. Fenomena ini dikenal sebagai The Great Detachment.

Menurut laporan Gallup’s State of the Global Workplace, tingkat employee engagement di berbagai negara masih tergolong rendah. Banyak pekerja mengaku hanya bekerja untuk memenuhi kewajiban, tanpa lagi merasakan motivasi atau keterikatan terhadap perusahaan. Kondisi ini tidak hanya memengaruhi produktivitas, tetapi juga kesehatan mental dan kepuasan kerja.

Lalu, mengapa fenomena ini semakin sering terjadi?

1. Merasa pekerjaan tidak lagi bermakna
Banyak karyawan ingin mengetahui bagaimana kontribusi mereka memberikan dampak bagi perusahaan maupun masyarakat. Ketika makna tersebut hilang, motivasi ikut menurun.

2. Kurangnya apresiasi
Pengakuan atas hasil kerja menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keterikatan karyawan. Apresiasi tidak selalu berbentuk bonus, tetapi juga umpan balik dan penghargaan.

3. Peluang berkembang yang terbatas
Ketika seseorang merasa kariernya tidak bergerak, semangat untuk memberikan usaha terbaik juga bisa ikut berkurang.

4. Hubungan dengan atasan kurang baik
Gallup menemukan bahwa kualitas hubungan antara manajer dan anggota tim memiliki pengaruh besar terhadap tingkat keterlibatan karyawan.

5. Burnout yang tidak ditangani
Kelelahan berkepanjangan dapat membuat seseorang kehilangan antusiasme terhadap pekerjaan yang sebelumnya disukai.

6. Fleksibilitas menjadi kebutuhan
Banyak pekerja kini menginginkan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Ketika kebutuhan tersebut tidak terpenuhi, keterikatan terhadap pekerjaan bisa menurun.

7. Komunikasi yang kurang terbuka
Karyawan yang tidak merasa didengar cenderung lebih mudah kehilangan motivasi.

8. Solusinya bukan selalu resign
Sebelum memutuskan keluar, cobalah berdiskusi dengan atasan, mencari peluang pengembangan, atau mengevaluasi kembali tujuan karier. Terkadang, perubahan kecil dalam lingkungan kerja sudah cukup untuk mengembalikan semangat.

The Great Detachment menunjukkan bahwa mempertahankan karyawan bukan hanya soal memberikan gaji yang kompetitif. Lingkungan kerja yang suportif, kesempatan berkembang, dan rasa dihargai justru menjadi faktor yang semakin menentukan. Sebab pada akhirnya, orang tidak hanya bekerja demi penghasilan, tetapi juga ingin merasa bahwa apa yang mereka lakukan benar-benar berarti.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Masih Datang ke Kantor, Tapi Hati Sudah Tidak Terlibat. Mengenal Fenomena The Great Detachment
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us