1. News
  2. Berita
  3. BRIN Bikin Mobil Listrik Roda Tiga yang Bisa Jalan Sendiri, Bakal Dipakai di Bandara dan Kampus

BRIN Bikin Mobil Listrik Roda Tiga yang Bisa Jalan Sendiri, Bakal Dipakai di Bandara dan Kampus

brin-bikin-mobil-listrik-roda-tiga-yang-bisa-jalan-sendiri,-bakal-dipakai-di-bandara-dan-kampus
BRIN Bikin Mobil Listrik Roda Tiga yang Bisa Jalan Sendiri, Bakal Dipakai di Bandara dan Kampus

9 Juli 2026 13.00 WIB • 2 menit

BRIN Bikin Mobil Listrik Roda Tiga yang Bisa Jalan Sendiri, Bakal Dipakai di Bandara dan Kampus

images info

Peta jalan teknologi transportasi masa depan di Indonesia kini kedatangan inovasi baru yang ramah lingkungan. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah serius menggarap proyek kendaraan listrik otonom alias tanpa sopir dengan menyuntikkan sistem pendeteksi objek pintar.

Kendaraan roda tiga berkapasitas satu penumpang ini dirancang berjalan dalam kecepatan rendah karena peruntukannya difokuskan untuk area internal seperti lingkungan kampus, kompleks perkantoran, hingga kawasan bandara.

Proyek yang pendanaannya sudah bergulir sejak periode tahun 2021 hingga 2022 ini memanfaatkan gabungan berbagai sensor tingkat tinggi untuk membaca situasi jalan.

Mulai dari teknologi LiDAR, kamera 360 derajat, radar, hingga kamera pemindai suhu tubuh (thermal) dipasang mengitari bodi kendaraan. Seluruh data dari sensor tersebut kemudian disatukan dan diolah oleh otak komputer di dalam mobil agar kendaraan bisa berbelok dan menghindari rintangan secara mandiri.

Namun, urusan membuat kendaraan berjalan sendiri ini bukan tanpa kendala di lapangan. Fokus pembenahan saat ini masih tertuju pada sektor kestabilan jaringan komunikasi data, terutama saat mobil harus mengirimkan laporan pergerakannya ke pusat kendali utama.

“Diperlukan sistem komunikasi yang andal agar pergerakan dan perilaku kendaraan dapat dipantau secara real-time,” ujar Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Telekomunikasi (PRT) BRIN, Arief Suryadi Satyawan.

Riset Citra Digital dan Desain Kompak Berbasis Lokal

Selain mematangkan urusan kemudi otomatis, tim peneliti juga mengembangkan teknologi pendukung bernama super resolution.

Fitur ini berfungsi sebagai penguat kualitas rekaman video visual yang dikirim oleh kamera mobil, sehingga gambar yang diterima oleh tim pemantau di ruang kendali tetap terlihat tajam dan jelas walaupun koneksi internet di area sekitar sedang tidak stabil.

Dari segi fisik, kendaraan ini sengaja dibuat ringkas dengan memanfaatkan basis konstruksi lokal agar proses perakitannya lebih fleksibel dan bisa cepat disesuaikan dengan kebutuhan pasar dalam negeri. Struktur bodinya dirancang tetap kokoh namun efisien dalam penggunaan daya baterai karena pergerakan mesinnya diatur berjalan lebih halus dibanding mobil konvensional.

Desain yang ringkas ini membuka peluang besar bagi pemanfaatan kendaraan sebagai armada kurir pengangkut barang logistik di area pergudangan atau pabrik industri.

Setelah melewati masa pengembangan intensif selama kurang lebih dua setengah tahun, proyek ini akhirnya berhasil melahirkan prototipe versi keempat yang diklaim jauh lebih stabil saat melakukan manuver belok sederhana.

“Seluruh komponen kendaraan telah terintegrasi dalam sistem komputasi yang tertanam sehingga kendaraan dapat merespons kondisi lingkungan secara otomatis,” ungkap Arief Suryadi Satyawan.

Wadah Penggemblengan Peneliti Muda Indonesia

Keberhasilan melahirkan prototipe fisik mobil otonom ini rupanya membawa dampak positif yang masif bagi pengembangan kualitas sumber daya manusia di dunia sains nasional.

Proyek perakitan mobil pintar ini dibuka sebagai laboratorium berjalan yang melibatkan sekitar 45 mahasiswa dari berbagai universitas untuk ikut turun tangan melakukan bongkar pasang sistem.

Bahkan, lewat program riset kendaraan listrik otonom ini, sudah ada satu peneliti muda yang sukses menyelesaikan studi dan meraih gelar doktor. Keterlibatan para akademisi muda ini diharapkan bisa memicu lahirnya generasi baru ahli robotik dan otomotif yang sangat dibutuhkan Indonesia dalam menyambut era digitalisasi.

Ke depan, penyempurnaan naskah program komputer di dalam mobil akan terus digenjot dari sisi ketahanan mesin dan keselamatan penumpang.

Harapannya, setelah seluruh sistem dinyatakan lolos uji kelayakan, kendaraan otonom buatan anak bangsa ini bisa segera diproduksi massal dan diadopsi oleh berbagai sektor industri di tanah air.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
BRIN Bikin Mobil Listrik Roda Tiga yang Bisa Jalan Sendiri, Bakal Dipakai di Bandara dan Kampus
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us