1. News
  2. Opinion
  3. Selat Hormuz Memanas: Iran Balas Serangan AS dengan Rudal dan Drone

Selat Hormuz Memanas: Iran Balas Serangan AS dengan Rudal dan Drone

selat-hormuz-memanas:-iran-balas-serangan-as-dengan-rudal-dan-drone
Selat Hormuz Memanas: Iran Balas Serangan AS dengan Rudal dan Drone
Selat Hormuz Memanas: Iran Balas Serangan AS dengan Rudal dan Drone
Ilustrasi. (Agung)

KETEGANGANdi Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Teheran meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone terhadap aset angkatan laut militer Amerika Serikat (AS). Langkah ini memperdalam konflik perebutan kendali atas Selat Hormuzjalur air paling krusial bagi pasokan energi global.

Serangan Iran tersebut merupakan respons langsung terhadap operasi militer AS pada Minggu (12/7) yang menargetkan sejumlah situs di Iran, termasuk sistem pertahanan udara, situs radar, peralatan drone, serta kapal-kapal kecil. Washington menyatakan tujuannya melumpuhkan kemampuan Iran dalam menargetkan pelaut sipil dan kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Eskalasi di Jalur Air Strategis

Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menegaskan pada Senin (13/7/2026) bahwa Selat Hormuz adalah wilayah mereka. Teheran mengeklaim telah menutup kembali jalur tersebut, memicu ketidakpastian global mengenai kelancaran arus logistik energi. Selat ini merupakan jalur bagi seperlima minyak dan gas dunia sebelum pecahnya perang.

Susannah Streeter, pakar pasar dari Wealth Club, menyebut Selat Hormuz telah menjadi ‘tumit Achilles’bagi Amerika Serikat dalam konflik ini sekaligus menjadi kartu truf terkuat bagi Iran. Akibat eskalasi terbaru ini, harga minyak mentah Brent melonjak 4 persen pada Senin, menembus angka di atas US$79 per barel.

Detail Serangan Balasan Iran

Media pemerintah Iran melaporkan bahwa rudal balistik diluncurkan dari wilayah barat dan tengah Iran menuju pangkalan serta kapal-kapal AS. Berikutbeberapa poin utama dari serangan tersebut:

  • Bahrain: Sirene peringatan rudal terdengar di wilayah yang menampung Armada ke-5 Angkatan Laut AS. Fasilitas di Juffair dilaporkan menjadi target.
  • Kuwait: Kantor berita IRNA mengeklaim IRGC berhasil menghancurkan depot bahan bakar dan sistem pertahanan udara Patriot di pangkalan Ali Al Salem, serta sistem radar strategis di pangkalan Ahmed Al-Jaber.
  • Oman: Iran mengeklaim telah menghancurkan dua radar di wilayah tersebut.
  • Yordania: Pihak keamanan Yordania melaporkan telah menjatuhkan empat rudal Iran yang melintasi wilayah udara mereka.

Di sisi lain, serangan AS sebelumnya dilaporkan menghantam provinsi Hormozgan, Khuzestan, dan Markazi di dekat Teheran, yang mengakibatkan sedikitnya dua orang tewas.

Dampak Ekonomi dan Navigasi

Data dari platform intelijen Kpler menunjukkan bahwa perlintasan kapal di Selat Hormuz merosot tajam sekitar 52 persen secara mingguan selama periode 10-12 Juli. Kapal-kapal komersial kini beralih ke pola rute defensif untuk menghindari zona konflik.

Institute for the Study of War (ISW) menganalisis bahwa Iran menolak pengaturan apa pun yang merusak kendali mereka atas jalur air tersebut. Bagi Teheran, kehilangan kendali atas Hormuz dianggap sebagai kekalahan strategis yang serius dalam perang ini.

Timeline Krisis (Usai MOU 17 Juni):

  • 17 Juni:AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri Perang Iran dan memulai negosiasi selama 60 hari mengenai program nuklir Teheran.
  • 26 Juni: Teheran dituduh melanggar gencatan senjata dengan serangan terhadap kapal kargo yang mendorong AS melancarkan serangan baru terhadap Iran.
  • 7 Juli: AS melancarkan 80 serangan lagi setelah serangan Iran terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz. Teheran menargetkan situs militer AS di Bahrain dan Kuwait.
  • 8 Juli: Saat berada di KTT NATO di Ankara, Presiden Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran berakhir.
  • 11 Juli: Pejabat AS menuntut Teheran menyatakan bahwa Selat Hormuz telah dibuka.
  • 12 Juli: AS melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran setelah serangan di Selat tersebut. Teheran membalas dengan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di wilayah tersebut.
  • 13 Juli: Serangan Iran terhadap aset militer AS dilaporkan. AS mengatakan telah menyerang puluhan lokasi di seluruh wilayah tersebut

Hingga saat ini, klaim Iran mengenai kehancuran fasilitas militer AS di Kuwait dan Bahrain belum dikonfirmasi secara independen oleh pihak Washington. Namun, eskalasi ini dipastikan mengancam stabilitas ekonomi global melalui tekanan inflasi akibat kenaikan harga energi. (Newsweek/I-2)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Selat Hormuz Memanas: Iran Balas Serangan AS dengan Rudal dan Drone
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us