1. News
  2. Opinion
  3. Kurang Tidur 80 Menit Tadi Malam Picu Kenaikan Berat Badan

Kurang Tidur 80 Menit Tadi Malam Picu Kenaikan Berat Badan

kurang-tidur-80-menit-tadi-malam-picu-kenaikan-berat-badan
Kurang Tidur 80 Menit Tadi Malam Picu Kenaikan Berat Badan
Kurang Tidur 80 Menit Tadi Malam Picu Kenaikan Berat Badan
Ilustrasi. (Agung)

TIDUR lebih malam mungkin tampak sebagai kebiasaan sepele.Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa pengurangan waktu tidur yang ringan sekalipun dapat berdampak signifikan pada berat badan dan tingkat aktivitas harian hanya dalam hitungan minggu.

Para peneliti dari Universitas Kolombia menemukan bahwa orang dewasa yang memangkas waktu tidur mereka sekitar 80 menit per malam mengalami kenaikan berat badan rata-rata satu pon (sekitar 0,45 kg) dalam enam minggu. Selain itu, mereka cenderung menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidak aktif (sedenter) dibandingkan saat mengikuti jadwal tidur normal.

Dampak Kurang Tidur Ringan terhadap Obesitas

Studi yang diterbitkan pada 6 Juli di Sejarah Penyakit Dalam ini melibatkan 95 orang dewasa yang biasanya tidur antara tujuh hingga delapan jam semalam. Para peserta menjalani dua periode studi selama enam minggu: satu periode dengan jadwal tidur normal, dan periode lain dengan menunda waktu tidur selama 90 menit.

Selama fase pembatasan tidur, peserta rata-rata kehilangan 80 menit waktu istirahat mereka. Hasilnya, selain kenaikan berat badan, mereka menghabiskan tambahan 17 menit per hari untuk tidak aktif. Pada pria dan wanita pascamenopause, waktu sedenter bahkan meningkat hampir 30 menit sehari.

“Bahkan ketika kami memperhitungkan fakta bahwa mereka terjaga lebih lama, peserta tetap menghabiskan lebih banyak waktu untuk tidak aktif dibandingkan saat mereka mendapatkan tidur yang cukup,” ujar Faris Zuraikatasisten profesor kedokteran nutrisi di Columbia University.

Gangguan Hormon dan Nafsu Makan

Kekuatan Teresaspesialis kesehatan tidur klinis dari Sleep Better NYC LLC, menjelaskan bahwa kurang tidur satu malam saja dapat mengubah hormon yang mengatur rasa lapar dan metabolisme.

“Kehilangan waktu tidur berdampak langsung pada kadar hormon, termasuk ghrelin, leptin, insulin, dan kortisol. Anda mungkin merasa lebih lapar tetapi kurang puas saat makan. Hal ini juga meningkatkan aktivitas di pusat penghargaan otak, membuat makanan berkalori tinggi, manis, dan berlemak menjadi jauh lebih menggoda,” jelas Power.

Selain itu, kurang tidur dapat memperburuk komunikasi antara bagian emosional dan logis dari otak, sehingga membuat pilihan makanan sehat dan olahraga teratur menjadi lebih sulit dilakukan.

Tidur sebagai Pilar Kesehatan Utama

Penulis utama studi, Marie-Pierre St-Ongeprofesor kedokteran nutrisi di Columbia University, menekankan bahwa tidur harus dianggap setara dengan diet dan olahraga dalam mengatasi kenaikan berat badan.

“Studi kami menunjukkan bahwa mendapatkan tidur yang cukup dapat membantu mengurangi risiko kenaikan berat badan dan kondisi terkait obesitas seperti penyakit jantung dan diabetes,” kata St-Onge. Ia menambahkan bahwa hanya berfokus pada diet dan aktivitas fisik untuk mengimbangi kenaikan berat badan seringkali terlalu sederhana dan sulit dipertahankan.

Meskipun kenaikan berat badan rata-rata satu pon terlihat kecil, para peneliti memperingatkan bahwa perubahan ini terjadi hanya dalam waktu enam minggu. Jika pola ini berlanjut secara kronis, risiko obesitas jangka panjang akan meningkat secara signifikan, terutama bagi kelompok rentan seperti pekerja sif, individu dengan tingkat stres tinggi, dan wanita pascamenopause. (Newsweek/I-2)

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Kurang Tidur 80 Menit Tadi Malam Picu Kenaikan Berat Badan
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us