Jakarta (ANTARA) – Tunggal putra Indonesia Moh Zaki Ubaidillah berhasil meredam emosi pada gim penentuan untuk menyingkirkan wakil Denmark Rasmus Gemke pada babak pertama BWF World Tour Super 750 Japan Open 2026 di Tokyo, Jepang, Rabu.
Ubed memenangi pertandingan selama tiga gim dengan skor 21-14, 16-21, 21-18 sekaligus memastikan pertemuan melawan unggulan asal Denmark Anders Antonsen pada babak kedua.
“Di gim ketiga tadi sempat unggul juga di awal-awal. Tapi setelah interval sempat kehilangan fokus sedikit dan saya agak emosi, masih belum bisa mengontrol hal seperti ini,” kata Ubed dalam keterangan resmi PBSI usai laga.
Ubed mampu bangkit setelah mendapat arahan dari pelatih untuk mengatur napas dan kembali menenangkan diri. Pemain muda Indonesia itu kemudian merebut poin-poin penting untuk menutup pertandingan.
“Beruntung pelatih terus bisa meyakinkan saya dan saya coba atur nafas, lebih menenangkan diri. Alhamdulillah bisa mengembalikan keadaan tadi. Ini pelajaran yang penting buat saya untuk ke depan,” ujar Ubed.
Baca juga: Cedera Reza kambuh, Sabar/Reza tetap melaju di Japan Open
Ubed mengawali pertandingan dengan baik dan mampu mengejutkan Gemke melalui tempo permainan cepat pada gim pertama.
Namun, pemain Denmark tersebut mulai beradaptasi pada gim kedua dengan mengantisipasi pola serangan Zaki sehingga mampu memaksakan pertandingan berlanjut ke gim penentuan.
“Pertandingan hari ini alhamdulillah sudah bisa diberi kemenangan, kelancaran tanpa cedera juga. Tadi permainannya lumayan panjang. Kalau dibilang memang tidak mudah, di gim pertama mungkin dia agak sedikit kaget dengan tempo saya tapi di gim kedua dia sudah jaga bola-bola saya,” kata Ubed.
Setelah melewati Gemke, Ubed bertekad memberikan permainan terbaik ketika menghadapi Antonsen pada babak kedua.
“Besok bertemu Anders Antonsen, saya berharap bisa memberikan yang terbaik, bisa menampilkan apa yang saya harapkan,” ujar Ubed.
Baca juga: Putri KW usung misi revans demi jaga podium Japan Open 2026
Baca juga: Amri/Nita tersingkir di Japan Open usai kehilangan ketenangan
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.