Ronny Gani. (Foto: YouTube/Good News From Indonesia)
Ronny Gani adalah animator Indonesia yang sudah memiliki pengalaman di dunia film animasi internasional. Dalam beberapa tahun terakhir ia telah terlibat dalam sejumlah proyek film Hollywood di antaranya Ready Player One dan Pacific Rim.
Memiliki pengalaman selama lebih dari dua dekade, Ronny dikenal andal meracik animasi dengan keahlian meliputi character animation, visual effects (VFX), motion capture, hingga pengembangan teknologi animasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Selain film layar lebar, ia juga berkontribusi dalam berbagai proyek video game, iklan, serial televisi, hingga produksi virtual yang semakin berkembang seiring kemajuan teknologi digital.
Sukses merantau tidak membuat Ronny enggan berlama-lama tinggal di luar negeri. Pada 2022, ia memilih kembali ke Indonesia untuk meramaikan industri film dan serial animasi nasional yang sedang tumbuh berkembang dalam beberapa tahun terakhir ini.
Wujudkan Mimpi
Ronny menyadari bahwa keterlibatannya di sejumlah proyek film Hollywood adalah cara dirinya mendapatkan ilmu dan pengalaman. Setelah ilmu serta pengalaman itu digapai, ada rasa dari dirinya berkarya dan memajukan industri animasi di dalam negeri.
“Semua yang saya lakukan selama meranau adalah anggapnya sebagai menimbal ilmu, mencari pengalaman. Kemudian menuju ke saat itu terjadi saya sudah siap berkontribusi, membuat, dan mengembangkan dan menciptakan film-film animasi untuk penonton Indonesia. Memang itu sebuah mimpi ya,” ucap Ronny kepada Good News From Indonesia dalam segmen GoodTalk.
Kesempatan itu pun hadir dari produser film Shanty Harmayn. Ronny diajak menggarap remake film Garuda di Dadaku menjadi sebuah animasi yang kemudian tayang di bioskop seluruh Indonesia pada Juni 2026 lalu.
“Singkat cerita ketemulah dengan Mbak Shanty Harmayn. Kita ngobrol panjang lebar dan dalam durasi yang lama, gak sebentar, akhirnya kita memutuskan let’s go, let’s do it. Saya pulang, and then the rest is history. Kita bikin Garuda di Dadaku,” ucapnya.
Film Jumbo
Film animasi Indonesia pelan tapi pasti memiliki harapan di masa mendatang. Sebelum Garuda di Dadaku yang animasinya digarap Ronny, sudah ada Jumbo yang melambung tinggi dan meraih salah satu predikat film terlaris pada 2025 lalu.
Bagi Ronny sendiri kehadiran Jumbo dengan animasinya yang apik membukakan jalan bagi film animasi Indonesia menatap masa depan. Ia pun berharap akan ada intellectual property lain yang kembali muncul dari studio animasi hasil racikan tangan-tangan lokal.
“Jumbo sudah membukakan jalan untuk industri animasi dengan sukses di tahun 2025 kemarin. Jadi mungkin harapannya lahir lagi IP baru, produk-produk baru, diproduksi oleh studio animasi lokal dan ditonton oleh viewer lokal kita,” ucap Ronny.
Membuat film animasi tidak hanya dalam segi tampilan, tetapi juga pembangunan kisah dan karakter yang kuat sehingga bisa menarik hati penonton dari banyak kalangan. Ronny pun berharap kualitas semacam itu bisa ditingkatkan supaya film animasi Indonesia bisa lebih baik untuk tahun-tahun berikutnya.
“Kita harus challenge lagi kualitasnya, story-nya segala macam. Semakin berkembang pastinya,” kata dia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Dimas Wahyu Indrajaya lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Dimas Wahyu Indrajaya.
Tim Editor