Dahulu kala, Kerajaan Bunga dan Kerajaan Lebah hidup sendiri-sendiri. Mereka tidak saling kenal. Sampai suatu hari, awan kesedihan menggelayuti kedua kerajaan itu.
Ratu Bunga yang bijaksana baru saja tiada. Putri Bunga yang masih muda belum sempat belajar cara bekerja sama dengan para kupu-kupu. Akibatnya, para kupu-kupu memilih pergi dan lebih suka membantu Kerajaan Buah. Tanpa bantuan penyerbukan, bunga-bunga terancam layu dan tidak mekar secantik dulu.
“Oh, tidak… Kalau kami tidak cantik lagi, manusia pasti akan melupakan kami,” bisik Putri Bunga sedih.
Di negeri seberang, Pangeran Lebah Kecil juga sedang gundah. Kakak tirinya, Pangeran Lebah Besar, kini menjadi raja baru. Sang Raja menganggap lebah-lebah bertubuh kecil tidak cekatan mengusir hama buah. Pangeran Lebah Kecil dan koloninya terancam diusir. Meskipun bertubuh kecil, sebenarnya mereka sangat gesit dan tangguh!
Untuk menenangkan pikiran, Putri Bunga dan Pangeran Lebah Kecil sama-sama pergi ke bukit seberang yang berhawa sejuk. Di bawah pohon waru rimbun, kedua pemimpin muda yang sedang bersedih itu bertemu. Awalnya mereka canggung. Namun, setelah saling menyapa, mereka mulai berbagi cerita.
“Putri, aku sangat ingin membantumu. Tapi, aku tidak tahu cara menyerbuki bunga seperti kupu-kupu. Tugasku biasanya hanya mengusir hama,” ujar Pangeran Lebah Kecil.
Putri Bunga tersenyum, “Jangan berkecil hati, Pangeran. Kita bisa belajar bersama! Aku kenal seorang anak manusia yang baik hati. Dia pasti mau membantu kita.”
Keesokan harinya, mereka menemui gadis kecil bertopi jerami. Awalnya, si gadis kecil agak takut melihat lebah yang tidak secantik kupu-kupu. Namun, melihat kebaikan hati Pangeran Lebah Kecil, rasa takutnya hilang. Dia tahu, tidak boleh menilai seseorang hanya dari penampilannya.
Gadis kecil itu segera mencari informasi. Dia membaca buku-buku milik orangtuanya, bertanya kepada guru, dan berkonsultasi dengan kepala perpustakaan. Berkat kegigihannya, ia berhasil merangkum cara penyerbukan bunga untuk Pangeran Lebah Kecil.
Dengan penuh semangat, Pangeran Lebah Kecil dan koloninya mulai belajar menghampiri bunga-bunga. Ajaib! Tubuh kecil mereka yang gesit ternyata sangat pas untuk masuk ke dalam kelopak bunga. Bunga-bunga pun mekar kembali dengan sangat indah dan penuh warna!
Sebagai imbalannya, Kerajaan Bunga menghadiahkan cairan manis yang lezat bernama nektar, yang kemudian diolah lebah menjadi madu. Kini, di taman-taman bunga yang indah, kamu akan selalu melihat lebah-lebah kecil yang sibuk bekerja sama dengan para bunga. Persahabatan yang tulus ternyata bisa menyelamatkan dunia mereka!*
Oleh Tim Nusantara Bertutur
Penulis: AS Ishak
Pendongeng: Paman Gery (Instagram: @paman_gery)
Ilustrasi: Regina Primalita
