Jakarta (ANTARA) – Atlet panjat tebing Indonesia Raviandi Ramadhan termotivasi mengawinkan medali emas lead dan boulder pada Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang, melalui persiapan intensif meski waktu efektif menuju pesta olahraga Asia itu tinggal sebulan lebih.
“Target pasti emas, cara meraihnya tentu dengan berlatih keras, karena saya satu-satunya yang ikut dalam dua disiplin jadi akan berusaha semaksimal mungkin,” kata Raviandi kepada ANTARA di tempat pelatnas panjat tebing Indonesia, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin.
Dia menjelaskan, usah maksimal terus dilakukan dalam mengikuti program latihan sebelum pelaksanaan pada 19 September sampai 4 Oktober.
Raviandi mengakui performanya saat ini lebih menjanjikan pada nomor lead.
Hal itu dipengaruhi oleh banyaknya kesempatan mengikuti try out dan berbagai kejuaraan dunia disiplin itu sehingga pengalaman bertandingnya semakin bertambah dibandingkan boulder.
Meski begitu, tim pelatih telah menyusun tahapan latihan yang disesuaikan dengan waktu tersisa sebelum keberangkatan ke Jepang.
Baca juga: Srondeng bawa pengalaman emas World Climbing Series ke Asian Games
Intensitas latihan fisik masih dipertahankan selama beberapa pekan ke depan, sebelum beralih pada penguatan teknik dan literasi gerak pada fase akhir persiapan.
Atlet berumur 23 tahun itu menilai pendekatan tersebut penting untuk mematangkan kemampuan teknis dan menjaga kondisi tubuh menjelang kompetisi.
Raviandi mengatakan keluarganya tidak memberikan tekanan terkait target medali dan itu membuatnya dapat menikmati setiap proses latihan serta pertandingan sebagai pengalaman berharga yang memperkaya kemampuannya.
Melalui persiapan yang terus dimatangkan, Raviandi berharap tampil optimal dan mewujudkan target menyumbangkan medali emas bagi Indonesia pada Asian Games 2026.
Untuk menghadapi Asian Games 2026, Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (PP FPTI) mengirim lima atlet untuk berlaga dalam disiplin lead dan boulder.
Raviandi Ramadhan satu-satunya yang mengikuti dua disiplin. Dalam lead, dia berjuang bersama Tri Putra Ramadani.
Sementara dalam boulder, dia berebut emas dengan saudara kembarnya, Ravianto Ramadhan. Sedangkan untuk lead putri, Indonesia diperkuat Sukma Lintang Cahyani dan Alma Ariella Tsany.
Baca juga: Desak Made tak terbebani target emas Asian Games 2026 Aichi-Nagoya
Pewarta: Donny Aditra
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.