Kontribusi Guaycochea terasa sejak awal. Umpan terukurnya dituntaskan Uilliam Barros menjadi gol pembuka pada menit ke-22. Enam menit berselang, Balsa Sekulic menggandakan keunggulan lewat eksekusi penalti, menempatkan Persib di posisi nyaman hingga jeda.
Tak hanya mencatatkan assist, gelandang bernomor punggung 8 itu mengendalikan tempo dan distribusi bola, membuat Persib tampil efektif dan mendominasi fase pertama pertandingan.
“Di babak pertama, saya pikir kami memainkan permainan yang sangat bagus. Sedikit sulit karena lapangan agak kering dan cuaca yang panas terlebih kami pergi (ke Bali) sehari sebelumnya,” ungkap pemain bernomor punggung 8 tersebut.
Selepas turun minum, intensitas permainan Persib menurun. Keletihan karena rangkaian pertandingan memengaruhi konsistensi performa, dan Persija mampu memperkecil ketertinggalan melalui gol Kwon Changhoon pada menit ke-86.
Guaycochea mengakui faktor kelelahan berperan pada penurunan tempo tim.
“Di babak kedua, permainan kami menurun karena lelah. Jika kalian semua bertanya kepada orang-orang yang berada di ruang ganti, saya tidak tahu bagaimana kami akan menjalani final nanti karena amat sangat lelah,” katanya.