Jakarta (ANTARA) – Pelari maraton putri Indonesia Odekta Elvina Naibaho mengaku mengkhawatirkan belum munculnya talenta-talenta baru di nomor maraton putri yang menonjol untuk meneruskan perjuangan atlet Indonesia untuk menorehkan prestasi di kancah internasional.
“Tentunya dengan usia saya sekarang ini (34 tahun), saya khawatir tidak ada yang meneruskan jejak saya,” kata Odekta Elvina Naibaho dalam konferensi pers ajang lari Pertamina Eco RunFest 2026 di Jakarta, Rabu.
Oleh sebab itu, Odekta menyambut gembira kehadiran ajang Pertamina Eco RunFest sebagai salah satu wadah untuk terus menumbuhkan minat masyarakat terhadap olahraga lari.
Menurut dia, berbagai kategori yang diperlombakan dalam ajang tersebut, seperti half maratthon 21,1 kilometer (km), 10 km, dan 5 km, dapat menjadi bagian dari upaya menjaring bibit-bibit atlet baru. Terlebih, ajang tersebut juga memiliki kategori berdasarkan kelompok usia sehingga dapat membantu proses regenerasi atlet.
“Jadi, dengan adanya acara lari seperti Pertamina Eco RunFest ini dan event-event yang banyak di Indonesia, sangat membantu untuk perkembangan dan regenerasi atlet kita,” katanya.
Baca juga: Pertamina Eco RunFest 2026 usung ajakan mengurangi sampah plastik
Odekta merupakan salah satu pelari maraton putri Indonesia yang paling menonjol saat ini. Salah satu pencapaian terbesarnya adalah ketika ia berhasil memecahkan rekor nasional maraton putri Indonesia dalam ajang Gold Coast Marathon 2025 di Queensland, Australia.
Dalam perlombaan tersebut, Odekta mencatat waktu 2 jam 31 menit 34 detik sekaligus mempertajam rekor nasional yang sebelumnya dipegang oleh Triyaningsih dengan catatan waktu 2 jam 31 menit 39 detik. Rekor tersebut telah bertahan selama sekitar 14 hingga 15 tahun sebelum akhirnya diperbarui oleh Odekta.
Saat ini, Odekta tengah menjalani persiapan untuk menghadapi persaingan di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 yang akan berlangsung pada 19 September hingga 4 Oktober mendatang di Jepang.
Ia mengaku akan mempertimbangkan untuk mengakhiri kariernya setelah tampil dalam ajang multcabang olahraga terbesar di Asia tersebut. Keputusan untuk pensiun, menurut Odekta, dapat diambil apabila dirinya telah menemukan pasangan hidup dan siap membangun rumah tangga.
Baca juga: Odekta Naibaho pertimbangkan pensiun setelah Asian Games 2026
Kondisi tersebut membuat Odekta semakin memikirkan regenerasi pelari maraton putri Indonesia. Ia berharap sudah ada atlet-atlet muda yang mulai menunjukkan potensi untuk meneruskan perjuangannya di level internasional.
“Mestinya ada yang sudah nempel atau sudah ada di bawah saya, gitu, yang sudah mengikuti jejak saya. Jadi, jangan sampai nanti di acara-acara internasional setelah saya, atlet dari Indonesia kosong,” katanya.
Odekta berharap pembinaan olahraga atletik yang terus dijalankan oleh Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), serta berbagai ajang lari yang digelar di Indonesia, dapat melahirkan talenta-talenta baru di nomor maraton putri.
Dengan adanya regenerasi yang berkelanjutan, Odekta berharap prestasi Indonesia di nomor maraton putri dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan, meskipun suatu saat dirinya tidak lagi turun dalam kompetisi.
Baca juga: PB PASI bidik minimal empat medali perunggu Asian Games 2026
Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.