1. News
  2. Kombitainment
  3. Pandv Tuangkan Perang Batin tentang Pulang dan Pergi lewat Lepas

Pandv Tuangkan Perang Batin tentang Pulang dan Pergi lewat Lepas

pandv-tuangkan-perang-batin-tentang-pulang-dan-pergi-lewat-lepas
Pandv Tuangkan Perang Batin tentang Pulang dan Pergi lewat Lepas

Pandv, rapper asal Bintan yang kini berdomisili di Yogyakarta, kembali memperkenalkan karya terbarunya lewat singel “Lepas” pada 7 Agustus 2026. Lewat lagu ini, ia mengangkat persoalan tentang pergi meninggalkan rumah dan perang batin yang muncul ketika keinginan untuk tumbuh jauh dari kampung halaman harus berhadapan dengan harapan orang tua.

Cerita tersebut berangkat dari pengalaman pribadi Pandv terhadap rumah dan kampung halamannya di Bintan. Ada keinginan untuk pergi dan menemukan kehidupan yang lebih baik, tetapi pada saat yang sama terdapat dorongan untuk kembali. Bagi Pandv, konflik tersebut tidak sesederhana memilih bertahan atau meninggalkan rumah karena selalu ada rasa yang membuat seseorang pada akhirnya ingin pulang.

“Alasan utamanya mungkin adalah perang batin yang belum benar-benar selesai. Ada kehendakku yang begitu yakin bahwa aku akan tumbuh jauh lebih baik ketika berada di luar kampung halamanku, Bintan,” ungkap Pandv saat dihubungi Pophariini (01/09).

Selama proses menulis, pergulatan tersebut kemudian berkembang menjadi pertanyaan tentang siapa yang sebenarnya sulit melepaskan. Pandv menyadari bahwa keinginan untuk pergi tidak selalu berhadapan dengan keraguan dari dalam dirinya sendiri, tetapi juga dengan seseorang yang belum sepenuhnya mengikhlaskannya untuk berjalan seorang diri.

“Bisa jadi, ada seseorang yang belum sepenuhnya mengikhlaskanku untuk pergi, untuk berjuang seorang diri. Dan jadilah lagu ‘Lepas’ tersebut,” jelasnya.

Dalam pengerjaannya, “Lepas” bermula dari demo vokal yang direkam Pandv sendiri. Materi awal tersebut masih berupa bait, rap, dan emosi yang belum sepenuhnya terbentuk. Havie Jack selaku produser kemudian mengambil peran untuk menerjemahkannya menjadi struktur, aransemen, dan komposisi yang lebih utuh.

Sementara itu, Allen Vai memberi dimensi lain lewat permainan gitarnya di lagu ini. Distorsi dan melodi yang hipnotik digunakan untuk mempertebal ruang emosional di dalam “Lepas”. Bagi Pandv, keduanya memiliki peran yang berbeda, tetapi saling melengkapi dalam membawa “Lepas” menuju bentuk akhirnya.

“Havie membentuk pondasinya, Allen memberi nyawa pada ruang-ruang emosional di dalamnya,” ujar Pandv.

Kehidupan Pandv di Yogyakarta juga membuat “Lepas” berada dalam lingkungan hip-hop yang cukup aktif. Ia menyebut Tuesday Louder sebagai salah satu ruang yang menarik karena tidak hanya membuka panggung untuk rapper, tetapi juga DJ, beatboxer, hingga graffiti. Sementara itu, pengalaman sebelumnya di Hip-Hop Soringin membuatnya ingin kembali ke festival tersebut, kali ini dengan kesempatan tampil sebagai penampil utama.

Selain itu, Cherrypop juga menjadi salah satu panggung yang ingin ia datangi. Bagi Pandv, festival tersebut memiliki posisi khusus di kalangan anak muda di Yogyakarta karena mampu mempertemukan banyak nama dengan kualitas yang kuat, termasuk emerging artist.

Melalui “Lepas”, Pandv tidak hanya membicarakan soal meninggalkan rumah. Lagu ini menjadi catatan tentang tarik-menarik antara keinginan untuk tumbuh, rasa bersalah, harapan orang tua, dan kemungkinan bahwa sejauh apa pun seseorang pergi, rumah tetap menjadi tempat yang akan dicari ketika perjalanan mulai terasa melelahkan.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Pandv Tuangkan Perang Batin tentang Pulang dan Pergi lewat Lepas
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us