1. News
  2. Berita
  3. Kucing Merah yang Misterius Kembali Muncul di Hutan Kalimantan Utara

Kucing Merah yang Misterius Kembali Muncul di Hutan Kalimantan Utara

kucing-merah-yang-misterius-kembali-muncul-di-hutan-kalimantan-utara
Kucing Merah yang Misterius Kembali Muncul di Hutan Kalimantan Utara

9 September 2026 11.37 WIB • 2 menit

Kucing Merah yang Misterius Kembali Muncul di Hutan Kalimantan Utara

images info

Seekor kucing merah Kalimantan (Catopuma badia) kembali terekam di hutan Kalimantan Utara. Satwa yang dikenal sangat sulit dijumpai itu tertangkap kamera pengintai di kawasan Taman Nasional Kayan Mentarang (TNKM), Kabupaten Malinau. Rekaman tersebut menjadi temuan penting karena menunjukkan bahwa salah satu kucing liar paling langka di Kalimantan masih bertahan di kawasan hutan primer.

Kucing merah merupakan kucing liar endemik Pulau Kalimantan. Satwa ini hanya ditemukan di Borneo dan memiliki tubuh yang relatif kecil dibandingkan sebagian besar kucing liar lainnya. Bulu tubuhnya berwarna cokelat kemerahan hingga cokelat gelap, dengan kepala yang membulat, telinga kecil, serta ekor yang panjang. Kucing merah merupakan satwa karnivora dan dikenal memiliki perilaku soliter serta sangat waspada terhadap keberadaan manusia.

Sifat tersebut membuat keberadaannya sulit diketahui. Bahkan, perjumpaan langsung dengan satwa ini sangat jarang terjadi. Karena itu, kamera jebak menjadi salah satu metode penting untuk mengetahui persebaran dan aktivitas kucing merah di alam.

Dua Dekade Sulit Terlihat

Kepala Balai TNKM Seno Pramudito mengatakan, kucing merah sempat tidak terdokumentasi di kawasan TNKM selama lebih dari dua dekade setelah dokumentasi pertama pada 2003. Satwa tersebut kemudian kembali terekam di Resor Sungai Bahau pada 2023, sebelum dokumentasi terbaru diperoleh dari Resor Mentarang Tubu.

“Spesies elusif ini sempat hilang tanpa jejak selama lebih dari dua dekade di kawasan TNKM pascadokumentasi pertama pada 2003 silam, sebelum akhirnya terekam kembali di Resor Sungai Bahau pada 2023 dan kini di Resor Mentarang Tubu,” ujar Seno, dikutip KSDAE.

Kamera jebak dipasang oleh tim SPTN Wilayah II Long Alango sejak 2025. Salah satu perangkat ditempatkan di bawah kanopi hutan primer Desa Rian Tubu. Rekaman keberadaan kucing merah baru berhasil diunduh pada 2026 ketika petugas melakukan kegiatan SMART Patrol.

“Rekaman data visual bernilai tinggi itu baru berhasil diunduh pada 2026 saat tim BTNKM menggelar kegiatan SMART Patrol,” kata Seno.

Indikator Hutan yang Masih Terjaga

Bagi peneliti dan pengelola kawasan konservasi, kemunculan kucing merah tidak sekadar menjadi catatan mengenai keberadaan satu individu satwa. Kehadiran karnivora ini di dua lokasi berbeda dalam beberapa tahun terakhir memberikan informasi mengenai kondisi habitatnya.

Kucing merah membutuhkan kawasan hutan yang menyediakan ruang untuk bergerak sekaligus sumber makanan. Sebagai predator, keberadaannya juga berkaitan dengan ketersediaan satwa mangsa di dalam ekosistem. Karena itu, dokumentasi kucing merah dapat menjadi salah satu informasi untuk memahami kondisi kawasan hutan yang relatif minim gangguan.

Seno mengatakan karakter kucing merah membuat pengamatan langsung hampir tidak mungkin dilakukan secara rutin.

“Sifat kucing merah kalimantan yang soliter, sangat waspada, serta aktif di waktu-waktu tertentu membuat keberadaannya hampir tak pernah terlihat oleh mata telanjang,” ujarnya.

Menurut Seno, temuan tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya mempertahankan TNKM sebagai habitat satwa liar langka.

“Spesies ini sangat sulit dijumpai secara langsung. Dokumentasi melalui camera trap membantu kami memperoleh data keberadaannya. Ini menjadi pengingat bahwa hutan TNKM memiliki peran vital sebagai habitat satwa liar, sehingga perlindungan kawasan harus dilakukan secara konsisten,” katanya.

Data untuk Menentukan Kebijakan Konservasi

Rekaman kucing merah juga menunjukkan bagaimana pemantauan menggunakan kamera jebak dapat melengkapi patroli lapangan. Bagi satwa yang jarang terlihat, data visual dapat membantu petugas mengetahui lokasi kemunculan dan menentukan kawasan yang perlu mendapat perhatian lebih dalam pengelolaan habitat.

Pemantauan tersebut terlaksana melalui kerja sama Balai TNKM dengan PT Kayan Hydropower Nusantara (PT KHN). Bagi petugas, setiap dokumentasi satwa langka dapat menjadi tambahan informasi untuk pengelolaan kawasan dalam jangka panjang.

“Setiap kegiatan di lapangan terbukti memberikan data penting bagi perlindungan satwa. Temuan ini diharapkan menjadi dasar kuat bagi pengambilan keputusan dan kebijakan pengelolaan kawasan konservasi di Kalimantan Utara ke depan,” kata Kepala Resor Mentarang Tubu, Mahfuat.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Kucing Merah yang Misterius Kembali Muncul di Hutan Kalimantan Utara
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us