Barong Landong, Berawal dari Permainan Tradisional, Kini Jadi Ikon Budaya Khas Bengkulu | Flickr/bengkulu box
Bagi Kawan yang berasal dari daerah Bengkulu dan sekitarnya, tentu sudah tidak asing lagi dengan barong landong bukan? Sebab kesenian yang satu ini sudah menjadi bagian dari ikon budaya dari daerah yang terkenal dengan julukan Bumi Rafflesia tersebut.
Walau demikian, barong landong ternyata dulunya tidak ditujukan sebagai pertunjukan budaya seperti saat sekarang. Bahkan dulunya kesenian yang satu ini hanya bersifat sebagai permainan tradisional saja.
Layaknya permainan tradisional pada umumnya, barong landong banyak dimainkan sebagai sarana hiburan. Tidak jarang permainan ini dimainkan untuk menghibur masyarakat pada suatu momen tertentu dulunya.
Namun seiring berjalannya waktu, barong landong mulai dikenal sebagai salah satu ikon budaya yang masih bertahan hingga saat sekarang. Kawan juga bisa menemukan kesenian yang satu ini di beberapa acara kebudayaan yang digelar di daerah Bengkulu.
Bagaimana kisah di balik barong landong yang pada awalnya hanya digunakan sebagai permainan tradisional hingga bisa menjadi ikon budaya Bengkulu? Berikut penjelasan lebih lanjutnya.
Asal-Usul Barong Landong
Dikutip GNFI dari buku Seno Undri Rahmadona yang berjudul Inventarisasi Perlindungan Karya Budaya: Permainan Tradisional Anak Bengkulu, barong landong merupakan salah satu permainan tradisional yang berasal dari daerah Bengkulu. Secara umum, permainan ini berbentuk manusia besar yang memiliki tubuh tinggi.
Sekilas, barong landong memiliki kemiripan dengan ondel-ondel yang ada dalam budaya Betawi. Hanya saja, tampilan luar dari barong landong berbeda dengan ondel-ondel.
Permainan tradisional ini diyakini mulai berkembang di tengah masyarakat sejak abad ke-19 silam. Ruli Anggraini dan Eti Efrina dalam artikel, “Strategi Komunikasi Badan Musyawarah Adat Bengkulu dalam Melestarikan Kesenian Barong Landong di Kota Bengkulu,” barong landong diyakini pertama kali berasal dari masyarakat Lembak yang mendiami daerah Sungai Serut, Bengkulu.
Dulunya permainan tradisional ini dimainkan pada saat musim panen tiba. Permainan ini dimainkan sambil menunggu musim tanam tiba sekaligus menjadi hiburan dan luapan kegembiraan atas hasil panen yang didapatkan oleh masyarakat pada waktu itu.
Tampilan Barong Landong
Secara tampilan fisik, barong landong memiliki tinggi 2 hingga 2,5 meter. Tampilannya pun menyerupai manusia, mulai dari kepala, tangan, dan badan.
Untuk membuat barong landong, biasanya dibutuhkan waktu dan keahlian khusus. Sebab tidak sembarangan orang bisa membuat alat permainan tradisional tersebut.
Bahan dasar barong landong berasal dari sejenis lukah atau bubu yang biasanya digunakan untuk menangkap ikan. Bubu ini kemudian dibentuk sedemikian rupa menjadi tubuh barong landong.
Nantinya bagian kepala pun akan dibuat dan dihias menyerupai wajah manusia. Terakhir, barong landong akan dikenakan pakaian layaknya pasangan pengantin tradisional Bengkulu.
Untuk memainkannya, akan ada satu orang yang masuk ke dalam barong landong. Nantinya orang tersebut akan bergerak sesuai alunan musik yang dimainkan, baik itu menari maupun sejenisnya.
Gerakan inilah yang nantinya menjadi hiburan bagi masyarakat. Biasanya pertunjukan barong landong dimainkan dalam kurun waktu tertentu dalam sebuah momen khusus.
Jadi Ikon Budaya Bengkulu
Kini barong landong tidak hanya diposisikan sebagai permainan tradisional saja. Barong landong sudah menjadi salah satu ikon budaya yang berasal dari daerah Bengkulu.
Salah satu perwujudan dari hal tersebut adalah ditampilkannya barong landong dalam pertunjukkan budaya yang ada di Bengkulu. Pada 2012 silam, barong landong menjadi salah satu kesenian yang ditampilkan di Festival Tabut yang digelar di Bengkulu.
Kesenian ini juga sempat beberapa kali ditampilkan di festival tersebut beberapa tahun kemudian. Bahkan pada 2023 silam, barong landong ditampilkan bersamaan dengan ondel-ondel dari Jakarta dalam penyelenggaraan Festival Tabut.
Selain ditampilkan dalam helatan acara, barong landong juga sudah mendapatkan pengakuan secara nasional sebagai salah satu warisan budaya dari Bengkulu. Pada 2020 lalu, barong landong sudah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Tak Benda yang berasal dari daerah tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News