1. News
  2. Berita
  3. Mercusuar Willem III Semarang, Suar Penuntun Pesisir Kota Lumpia Sejak 1884

Mercusuar Willem III Semarang, Suar Penuntun Pesisir Kota Lumpia Sejak 1884

mercusuar-willem-iii-semarang,-suar-penuntun-pesisir-kota-lumpia-sejak-1884
Mercusuar Willem III Semarang, Suar Penuntun Pesisir Kota Lumpia Sejak 1884

Dok. Badroe Zaman (Google Maps)


Di Jalan Bandarharjo Selatan, Kecamatan Semarang Utara, berdiri sebuah menara baja bercat putih yang menjulang setinggi sekitar 30 meter di tepi Pelabuhan Tanjung Emas.

Mercusuar Willem III, atau yang juga dikenal sebagai Mercusuar Tanjung Emas, dibangun pemerintah kolonial Belanda pada 1879 dan rampung pada 1884. Namanya diambil dari Raja Willem III yang berkuasa di Belanda pada masa pembangunannya. Yang menarik, mercusuar ini tercatat sebagai satu-satunya mercusuar yang ada di seluruh Jawa Tengah.

Keberadaan mercusuar ini tidak lepas dari sejarah panjang Pelabuhan Semarang sebagai pusat perdagangan penting di Nusantara. Pada 1830-an, Belanda membangun kanal dengan meluruskan Kali Semarang yang sebelumnya berkelok-kelok, sehingga jarak tempuh kapal menjadi lebih singkat.

Kanal sepanjang sekitar 1,3 kilometer dengan lebar 23 meter ini mulai beroperasi pada 1870-an, dan kawasan sekitarnya kemudian berkembang menjadi Pelabuhan Semarang. Menyusul pembangunan pelabuhan itulah, Mercusuar Willem III didirikan sebagai pemandu bagi kapal-kapal yang hendak bersandar.

Berdasarkan inskripsi pelat besi yang tertempel di bagian puncak menara, konstruksi mercusuar ini dikerjakan oleh perusahaan Chance Brothers and Co dari Birmingham, Inggris, pada 1882. Di atas pintu masuk menara juga terpasang pelat besi sebagai penanda bahwa mercusuar ini dibangun pada masa pemerintahan Raja Willem III.

Sekilas Mengenai Mercusuar Willem III

Mercusuar ini berkonstruksi plat besi dengan bentuk menara 12 sudut, terbagi menjadi 10 lantai yang masing-masing dihubungkan dengan anak tangga melingkar dari plat besi.

Pada masa kejayaannya, sekitar 1930 hingga 1940-an, ketika Jawa menjadi penghasil dan pengekspor gula nomor dua di dunia setelah Kuba, cahaya lampu mercusuar ini konon bisa terlihat hingga puncak Gunung Merbabu, yang berada di antara Kabupaten Magelang, Boyolali, dan Semarang.

Namun sekitar 1910-an, pelabuhan di kawasan ini mulai dinilai tidak representatif lagi karena pendangkalan kanal yang terjadi sangat cepat. Berbagai upaya pengerukan sudah dilakukan namun tidak membuahkan hasil, hingga akhirnya hanya perahu-perahu kecil yang bisa melintasi kanal tersebut.

Meski begitu, mercusuar ini tetap bertahan dan terus berfungsi hingga sekarang, meski dengan daya lampu yang jauh berkurang, kini hanya sekitar 1.000 watt dengan jarak pancar sekitar 20 mil.

Mercusuar Willem III sudah ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya Kota Semarang berdasarkan Keputusan Wali Kota Nomor 646/56/Tahun 1992. Saat ini pengelolaannya berada di bawah Kementerian Perhubungan melalui Distrik Navigasi Kelas III Semarang.

Daya Tarik Utama Mercusuar Willem III

Mercusuar Willem III menarik karena menyajikan bukti fisik dari sejarah panjang Semarang sebagai kota pelabuhan dan dagang yang pernah sangat berjaya.

Bentuk menara 12 sudut bercat putih yang menjulang di tepi pelabuhan sudah cukup untuk menarik perhatian siapa pun yang melintas di kawasan Tanjung Emas. Struktur besi dan baja yang menopang menara ini sudah bertahan lebih dari satu abad, dan sampai sekarang masih terlihat kokoh meski usianya sudah sangat tua.

Bagi Kawan yang tertarik pada sejarah kolonial, pelat-pelat besi inskripsi yang masih menempel di beberapa bagian menara menjadi detail kecil yang sayang dilewatkan, karena di situlah tercatat jejak siapa yang membangun dan kapan mercusuar ini mulai beroperasi.

Lokasinya yang berada persis di kawasan Pelabuhan Tanjung Emas membuat kunjungan ke sini juga memberi pemandangan aktivitas pelabuhan yang masih berlangsung hingga kini, sebuah kontras menarik antara bangunan tua peninggalan kolonial dengan aktivitas modern kapal-kapal yang keluar masuk pelabuhan.

Akses Menuju Mercusuar Willem III

Mercusuar Willem III berlokasi di Jalan Bandarharjo Selatan, Kelurahan Bandarharjo, Kecamatan Semarang Utara, dekat dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas I Tanjung Emas. Dari pusat Kota Semarang, lokasi ini bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun ojek daring dalam waktu yang relatif singkat karena masih berada dalam kawasan kota.

Jam Operasional dan Harga Tiket

Karena berada di area operasional pelabuhan yang dikelola Distrik Navigasi Kelas III Semarang, pengunjung umumnya hanya bisa melihat dan berfoto dari luar kawasan mercusuar. Untuk informasi akses masuk yang lebih dekat, sebaiknya Kawan mengonfirmasi langsung ke pihak pengelola karena kawasan pelabuhan biasanya memiliki aturan keamanan tersendiri.

Ayo Berkunjung ke Mercusuar Willem III!

Mercusuar Willem III cocok untuk Kawan GNFI yang tertarik pada jejak sejarah kolonial dan perkembangan pelabuhan di Semarang. Datang sore hari untuk mendapatkan pencahayaan yang bagus untuk berfoto, dan sempatkan membayangkan bagaimana menara ini dulu menjadi penunjuk arah bagi kapal-kapal besar Eropa yang hilir mudik membawa hasil bumi dari tanah Jawa.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Mercusuar Willem III Semarang, Suar Penuntun Pesisir Kota Lumpia Sejak 1884
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us