
Jerami biasanya tertinggal di sawah setelah padi dipanen. Sebagian dimanfaatkan sebagai pakan atau dikembalikan ke lahan, tetapi sebagian lainnya belum memiliki penggunaan lanjutan.
Persoalan serupa juga muncul pada baterai bekas. Selain menambah timbunan limbah, baterai yang tidak dikelola dapat menyimpan material yang masih bisa diteliti untuk kebutuhan teknologi energi.
Dua jenis limbah tersebut kemudian dipertemukan dalam riset lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada. Mereka mengembangkan material calon anoda untuk baterai ion natrium dengan mengolah jerami padi dan grafit dari baterai bekas.
Riset itu dilakukan oleh Tim Carbonova melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Riset Eksakta.
Jerami Diubah Menjadi Material Karbon
Tim Carbonova menggunakan jerami sebagai bahan dasar untuk menghasilkan hard carbon. Material karbon tersebut dipakai karena dapat menyimpan muatan dalam sel baterai.
Grafit dari limbah baterai digunakan sebagai spacer atau material pembantu untuk mengatur struktur karbon yang dihasilkan dari jerami.
Tim kemudian melakukan serangkaian proses pengolahan dan pengujian. Mereka memeriksa karakteristik material serta respons elektrokimianya untuk mengetahui kemampuan material dalam menyimpan dan melepas muatan.
Material itu disiapkan sebagai anoda untuk baterai ion natrium. Berbeda dari baterai litium-ion, baterai jenis ini menggunakan ion natrium dalam proses penyimpanan energinya.
Hasil Awal Belum Berhenti pada Uji Laboratorium
Ketua Tim Carbonova Gilang Romadhon mengatakan riset tersebut berangkat dari upaya mencari kegunaan baru bagi limbah yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
“Kita berupaya menciptakan alternatif atas keterbatasan teknologi baterai saat ini dengan menghadirkan material anoda baterai ion-natrium yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memanfaatkan sumber daya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal,” ujar Gilang dalam keterangan pada 22 September 2026.
Hasil pengujian awal menunjukkan material buatan tim memberikan respons elektrokimia dan mampu menghasilkan kapasitas penyimpanan muatan.
Namun, hasil itu masih menjadi bagian awal dari penelitian. Tim perlu melakukan pengoptimalan terhadap komposisi material dan sistem baterai untuk mengetahui kinerja yang lebih lengkap.
“Temuan ini menjadi hasil pendahuluan bagi Tim Carbonova untuk terus melakukan optimasi terhadap material dan sistem baterai yang dikembangkan,” ungkap Gilang.
Lima Mahasiswa Menyatukan Keahlian
Tim Carbonova terdiri atas Gilang Romadhon dari Elektronika dan Instrumentasi, Zuhrul Anam dari Teknik Fisika, Ethan Armana G dari Matematika, Asty Goviana dari Kimia, serta Dinaesy Fadillah H dari Antropologi.
Kelima mahasiswa asal Banyumas tersebut mengangkat penelitian berjudul “Rekayasa Struktur Nitrogen-Doped Hard Carbon Berbasis Jerami Padi dengan Spacer Limbah Grafit untuk Peningkatan Performa Anoda Baterai Ion Natrium”.
Melalui riset itu, mereka mengembangkan kajian tentang hard carbon sebagai material anoda. Jerami padi menjadi sumber karbon, sedangkan grafit bekas dimanfaatkan untuk membantu membentuk struktur material.
Tim Carbonova menargetkan pengembangan lanjutan pada material dan sistem baterai ion natrium yang diuji dalam penelitian tersebut.
Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.
Tim Editor