Jika virus sukses bulutangkis beregu putra juga menulari mereka, maka perolehan medali emas Indonesia dari Asian Games 2026 niscaya bertambah.
Jakarta (ANTARA) – Selalu ada kisah heroik dari arena olahraga, termasuk dalam Asian Games 2026 di Nagoya, Prefektur Aichi, Jepang.
Di antara heroisme itu adalah cara para pebulu tangkis Indonesia memenangkan medali emas beregu putra dalam final menghadapi China di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Kamis malam.
Mereka melakukan pembalikan ajaib melawan tim yang favorit untuk merebut medali emas bulu tangkis beregu putra ketika sudah tertinggal 0-2.
China, yang berambisi mengawinkan medali emas nomor beregu setelah tim putri mereka dikalungi medali emas karena menaklukkan Jepang 3-0 dalam final, langsung memimpin 2-0 setelah memenangkan tunggal pertama dan ganda pertama.
China sepertinya sudah di atas angin setelah Shi Yuqi mengalahkan Jonatan Christie pada partai pertama, dan Liang Weikeng/Wang Chang menundukkan Fajar Alfian/ Muhammad Shohibul Fikri pada partai kedua.
Tak dinyana, dalam partai ketiga, atau tunggal kedua, Alwi Farhan bertarung spartan nan heroik dalam tiga gim untuk menjaga asa medali emas Indonesia.
Gigih dan pantang menyerah, Alwi yang berperingkat 10 dunia membuktikan diri bahwa dia memang lebih baik daripada Li Shifeng.
Dia menang 23-21, 15-21, dan 21-16, yang tidak saja karena faktor teknik dan determinasi, tapi juga oleh mental yang lebih kuat dari lawannya.
Lalu pada ganda kedua, Leo Rolly Carnando/Daniel Martin benar-benar menaikkan harapan emas Indonesia walau dipaksa bertarung ketat oleh He Je Ting/Liu Yi pada gim pertama sampai mereka menang dengan 23-21.
Pada gim kedua, energi dan kepercayaan diri mereka terlihat semakin besar saja sampai akhirnya memenangkan gim itu dalam cara yang lebih mudah ketimbang yang mereka lakukan pada gim pertama, dengan menang 21-10.
Itu adalah selisih poin terbesar dalam final beregu putra Asian Games 2026.
Kekuatan mental
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.