Ichinomiya, Jepang (ANTARA) – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia Jonatan Christie menelan kekalahan pada babak perempat final Asian Games Aichi-Nagoya 2026 akibat stamina yang minim saat bertanding melawan Loh Kean Yew.
Hasil mengecewakan tersebut terjadi karena Jonatan baru selesai bertanding babak 16 besar pada Minggu pukul 02.00 dini hari waktu setempat, dan harus melanjutkan pertandingan pada siang ini.
“Jam dua baru selesai, perjalanan (dari venue ke wisma atlet) 50 menit, baru tidur mungkin 03.30, bangun jam 09.00. Waktu datang ke sini badan terasa oke, tapi pas sudah bertanding powernya, speednya, dipakai sedikit langsung lemas,” ungkap Jonatan sesaat setelah pertandingan di Ichinomiya, Aichi, Jepang, Minggu.
Raut kekecewaan sangat terlihat di wajah Jonatan yang harus kalah dua gim langsung 14-21, 19-21 dari pebulu tangkis asal Singapura itu.
Jonatan berpeluang menciptakan rubber game pada gim kedua, di mana ia sempat memimpin poin sebelum interval. Namun setelah interval, posisi Jonatan kembali tak menguntungkan dan balik tertinggal oleh Loh Kean Yew.
Baca juga: Leo/Daniel tambah potensi medali bulu tangkis
“Ditambah lagi wasitnya menyuruh untuk terus main, push terus, ‘cepat main cepat main, jangan delay gim’,” kata Jonatan menirukan arahan wasit pertandingan.
Tunggal putra peringkat satu dunia versi BWF ini merasa situasi sangat tidak menguntungkan. Kendati berusaha bermain maksimal, namun fisiknya tetap tidak bisa dipaksa untuk terus bermain dengan layak.
“Saya coba buat memaksa fight back, tapi badan langsung lemas lagi. Kaki, tangan, semua power drop habis begitu rasanya. Gak ada tenaga sama sekali. Yah mungkin rezekinya Loh juga,” katanya menambahkan.
Dengan tersingkirnya Jonatan pada sektor tunggal putra, maka tim bulu tangkis Indonesia menyisakan Alwi Farhan yang kini masih berjuang menuju semifinal, dengan menghadapi Chou Tien-Chen asal Taiwan.
Baca juga: Fajar/Fikri komitmen menangkan medali emas ganda putra
Baca juga: Lolos semifinal, ganda campuran Amri/Nita pastikan medali perunggu
Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.