Jakarta (ANTARA) – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Arung Jeram 2026 menjadi ajang uji coba enam nomor baru, termasuk kategori campuran (mix) dan RX yang tengah dikembangkan dalam kompetisi arung jeram internasional.
Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin, enam nomor tersebut yakni slalom mix R4, slalom mix R6, RX mix R4, RX mix R6, sprint mix R4, serta sprint mix R6 yang diuji coba di Sungai Ayung, Badung, Bali pada 27-28 September.
Uji coba itu menjadi kesempatan bagi atlet untuk mengenal karakter pertandingan baru sekaligus beradaptasi dengan tuntutan teknis apabila nomor mix dan RX nantinya diterapkan dalam kompetisi resmi.
Kategori mix merupakan nomor dengan komposisi tim yang terdiri atas pedayung putra dan putri. Sementara RX menghadirkan format perlombaan yang menggabungkan kecepatan sprint dengan duel antartim atau head-to-head.
Dalam RX, dua tim dilepas secara bersamaan untuk menyelesaikan lintasan maksimum sepanjang 300 meter dengan sistem eliminasi.
Baca juga: Kejurnas Arung Jeram jadi ajang pembuka ke PON 2028
Selain mengandalkan kecepatan, peserta harus melewati sejumlah rintangan yang telah ditentukan, termasuk mengitari sedikitnya satu boya serta melewati minimal satu gate downstream dan satu gate upstream.
Kesalahan ketika melewati rintangan tersebut dapat berujung penalti yang ditambahkan ke catatan waktu tim.
Tim juga bisa memperoleh penalti ganda apabila melewatkan gate atau melakukan false start. Setiap penalti kemudian harus dibayar dengan melewati penalty gate sesuai ketentuan sebelum tim menyelesaikan perlombaan.
Format tersebut membuat RX tidak hanya menguji kecepatan mendayung, tetapi juga koordinasi, ketepatan mengambil jalur, serta kemampuan mengambil keputusan dalam waktu singkat.
Para peserta masih terlihat beradaptasi dengan nomor baru tersebut, khususnya RX. Sejumlah tim belum mampu melewati seluruh rintangan dengan sempurna sehingga harus menerima tambahan waktu akibat penalti.
Baca juga: FAJI terus koordinasi terkait kompetisi arung jeram di PON 2028
Salah satunya dialami Daerah Istimewa Yogyakarta pada final RX R6 mix. Mereka mendapatkan penalti 100 detik ketika menghadapi Aceh sehingga harus puas menempati posisi kedua, sementara Aceh keluar sebagai pemenang.
Pada RX R4 mix, Sulawesi Selatan menjadi yang terbaik diikuti Nusa Tenggara Timur, DKI Jakarta, dan Kalimantan Timur.
Sementara pada RX R6 mix, Aceh menempati posisi pertama diikuti Daerah Istimewa Yogyakarta, Kalimantan Selatan, dan DKI Jakarta.
Untuk slalom R6 mix, Sumatera Utara mencatat waktu terbaik 1 menit 45,110 detik. Kalimantan Selatan berada di urutan kedua dengan 1 menit 56,910 detik, sedangkan Daerah Istimewa Yogyakarta menempati posisi ketiga dengan 2 menit 13,700 detik.
Adapun pada slalom R4 mix, berdasarkan data hasil pertandingan, Kalimantan Timur dan DKI Jakarta bersaing ketat dengan catatan waktu masing-masing 1 menit 53,360 detik dan 1 menit 53,280 detik, sedangkan Nusa Tenggara Timur membukukan 2 menit 31,900 detik.
Baca juga: KONI Pusat lantik PB FAJI 2026-2030, fokus kembangkan sport tourism
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.