Jakarta (ANTARA) – Dewan Olimpiade Asia (OCA) memberikan sertifikat penghargaan kepada Direktur Edukasi Indonesia Anti-Doping Organization (IADO) Natashya Marcellina Ardiany atas kontribusinya sebagai Clean Sport Ambassador pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Dilansir laman resmi OCA, Jumat, Natashya menjadi satu dari enam duta clean sport yang dilibatkan OCA dalam program “Guarding the Asian Games” untuk memberikan edukasi antidoping kepada para atlet selama pesta olahraga terbesar Asia tersebut.
Selain Natashya, lima duta lainnya yakni Aziz Khaled Saeed Ahmed dari Yaman, Kim Na Ra dari Korea Selatan, Adil Amanbayev dari Kazakhstan, Manami Uebayashi dari Jepang, serta Karen Mak dari Hong Kong.
Keenam duta itu berinteraksi langsung dengan atlet dari berbagai delegasi untuk meningkatkan pemahaman mengenai tanggung jawab antidoping, Therapeutic Use Exemptions (TUE), serta penggunaan obat-obatan selama kompetisi.
Baca juga: IADO desak federasi peserta Asian Games penuhi persyaratan antidoping
Kemampuan bahasa dan latar belakang yang beragam dari para duta tersebut membantu OCA menjangkau atlet dari berbagai negara dalam menyampaikan edukasi mengenai olahraga bersih.
Para duta juga menghimpun masukan dari atlet untuk menjadi bahan OCA dalam mengembangkan program edukasi antidoping pada penyelenggaraan multiajang berikutnya.
OCA kemudian memberikan sertifikat penghargaan kepada keenam duta sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi mereka selama Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Bagi Natashya, keterlibatan dalam program tersebut melanjutkan kiprahnya di bidang edukasi antidoping internasional. Sebelumnya pada 2023, ia pernah menjadi salah satu pembicara dalam WADA Asia-Oceania Anti-Doping Education Symposium yang diselenggarakan di Singapura.
Baca juga: Asosiasi pesepeda kritik tes doping tengah malam di Tour de France
Baca juga: IADO kawal seleknas angkat besi menuju Asian Games 2026
Pewarta: Muhammad Ramdan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.