1. News
  2. Kombitainment
  3. Lajhuni Munyi Soroti Tradisi Maulid dalam Bulân Molod

Lajhuni Munyi Soroti Tradisi Maulid dalam Bulân Molod

lajhuni-munyi-soroti-tradisi-maulid-dalam-bulan-molod
Lajhuni Munyi Soroti Tradisi Maulid dalam Bulân Molod

Proyek musik psychedelic asal Tapal Kuda, Jawa Timur, Lajhuni Munyi menandai kemunculannya lewat singel perdana “Bulân Molod” yang dirilis pada 11 September 2026. Proyek milik Lutfan Hawari ini menjadikan tradisi selamatan Maulid di Madura sebagai titik awal penciptaan lagu sekaligus ruang untuk melihat perubahan yang terjadi di tengah praktik budaya tersebut.

Sebagai seseorang yang tumbuh dalam lingkungan budaya Madura, Lutfan merasa tradisi Maulid bukan sesuatu yang asing. Kedekatan tersebut membuatnya memiliki pengalaman dan sudut pandang untuk melihat perayaan Maulid dari waktu ke waktu. Dalam beberapa tahun terakhir, ia melihat fenomena yang menarik perhatian, terutama pada bagian seremonial dan bentuk hantaran atau Bherkat yang diberikan kepada tamu.

“Sebagai orang yang hidup di lingkungan budaya Madura yg sangat kental, tradisi Maulid Nabi cukup dekat pada diri saya sendiri. Kedekatan itu membuat saya memiliki beragam sudut pandang untuk melihat peristiwa Maulid dari waktu ke waktu sepanjang saya mengalaminya,” kata Lutfan saat dihubungi Pophariini (06/10).

Menurutnya, perubahan tersebut terlihat dari penyelenggaraan Bherkat yang semakin fantastis dan kemudian berkembang menjadi simbol eksistensi pemilik hajatan. Dari pengamatan itu, “Bulân Molod” hadir untuk menyinggung pergeseran makna yang terjadi dalam tradisi tersebut. Lutfan melihat fenomena ini secara langsung, tetapi pada saat yang sama tetap sensitif untuk dibicarakan karena beririsan dengan persoalan agama.

“Lalu pada 2-3 tahun terakhir ini saya melihat ada beberapa hal yg mencolok pada peringatan maulid di madura, terutama pada acara seremonialnya. Bentuk pengadaan Bherkat (hantaran) yang di peruntukkan untuk tamu yang datang semakin kesini makin fantastis, itu semacam jadi simbol eksistensi pemilik hajatan,” jelas Lutfan.

Secara musikal, Lajhuni Munyi mempertemukan pendekatan psychedelic rock dan groove dengan idiom kebudayaan Islam-Madura. Perpaduan tersebut terbentuk ketika Lutfan berada di studio, mulai dari penggunaan efek drive ampli dan reverb hingga riff yang kemudian berkembang setelah dipertemukan dengan lirik berbahasa Madura.

“Itu terjadi begitu saja saat kami berada di studio, efek drive dari ampli, dan reverb yang kebetulan di set untuk mencari riff lagu. Kemudian pengalaman dengar saya dari musik-musik psychedelic tahun 60-70an me-influence saya memainkannya,” ucapnya.

Setelah riff terbentuk, karakter “Bulân Molod” semakin lengkap lewat ketukan drum yang memadukan groove Melayu dan Timur Tengah. Bagi Lutfan, pertemuan antara referensi psychedelic, bahasa Madura, dan ritme tersebut akhirnya menemukan nuansa yang dirasa cocok menjadi identitas awal Lajhuni Munyi.

“Ketika riff itu di isi lagu dengan lirik bahasa madura saya merasa kesatuan itu menciptakan suatu nuansa yang unik dan menyenangkan. Lalu ketukan drum masuk dengan ritme groove yg muncul dari perpaduan groove melayu dan timur tengah,” jelas Lutfan.

Sebagai langkah awal, “Bulân Molod” memperlihatkan bagaimana Lajhuni Munyi mencoba menempatkan pengalaman kebudayaan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari ke dalam bentuk musik psychedelic. Setelah kemunculan perdana ini, Lutfan juga menyebut beberapa acara kolektif di wilayah Tapal Kuda yang menjadi wadah talenta baru, seperti Setara Gigs, Indie Chord Gigs, dan Shata Space.

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Lajhuni Munyi Soroti Tradisi Maulid dalam Bulân Molod
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us