1. News
  2. Berita
  3. Merekam Sejarah 500 Tahun Jakarta Lewat Sinema

Merekam Sejarah 500 Tahun Jakarta Lewat Sinema

merekam-sejarah-500-tahun-jakarta-lewat-sinema
Merekam Sejarah 500 Tahun Jakarta Lewat Sinema

9 Oktober 2026 18.26 WIB • 3 menit

Merekam Sejarah 500 Tahun Jakarta Lewat Sinema

images info

Museum saksi sejarah Jakarta | Pemprov DKI Jakarta


Jakarta menuju usia 500 tahun. Untuk menyambut dan merayakannya, banyak cara yang sudah dipersiapkan warga Jakarta, salah satunya dengan membuat film dokumenter.

Bagi sebuah kota, Jakarta 500 tahun tentu bukan usia yang pendek. Di balik angka 500 tahun, ada berbagai kisah perjalanan dengan segala lika-likunya hingga pada akhirnya hadirlah Jakarta seperti yang berdiri saat ini.

Sebetulnya ada ironi yang menyeruak ketika kita membicarakan soal sejarah Jakarta 500 tahun. Ternyata, sejarah tersebut belum sepenuhnya terbangun dalam kurikulum pendidikan yang diajarkan di sekolah-sekolah. Lantas, bagaimana caranya agar narasi perjalanan Jakarta yang sedemikian panjang itu bisa dikenalkan kepada masyarakat luas?

Nah, salah satu wacana yang muncul adalah pemanfaatan film dokumenter sebagai medium untuk menyajikan kisah tentang sejarah 500 tahun Jakarta. Wacana tersebut mengemuka dalam talkshow Kick Off Film Dokumenter 5 Abad Jakarta bertajuk “1527 – Sebermula Nyala Jakarta”, yang diadakan di Jakarta pada Kamis, 8 Oktober 2026. Dalam talkshow yang menjadi salah satu rangkaian Madani International Film Festival tersebut, turut hadir tokoh Betawi, Biem T. Benyamin, Udi Wicaksono dari Dinas Pendidikan DKI Jakarta, serta sutradara yang akan menggarap film tersebut, Tengku Muhammad Dhani Iqbal.

Ada satu hal yang menarik di sini. Terdapat kepingan sejarah Jakarta yang ternyata membawa semangat yang sama dalam produksi film dokumenternya. Menurut Biem, momentum lima abad Jakarta bukan cuma milik Jakarta karena pembentukannya dilakukan oleh berbagai pihak. Sejak 1527, kata dia, Jakarta telah menjadi bagian dari dinamika wilayah global. Selaras dengan itu, upaya mengangkat sejarahnya melalui film dokumenter pun membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Artinya, sejak 1527 itu, Jakarta sudah menjadi kota global. Dan karena itu, film dokumenter tentang 5 Abad Jakarta juga menjadi ruang kolaborasi multi-stakeholders,” kata Biem.

Sementara itu, Udi menyambut positif rencana pembuatan film dokumenter sejarah Jakarta. Menurutnya, medium kreatif seperti film dokumenter dapat menjadi salah satu bahan ajar yang efektif untuk membantu siswa sekolah memahami sejarah Jakarta.

“Apalagi sampai saat ini narasi tentang 5 abad Jakarta itu belum terkupas secara mendalam di kurikulum,” ujar Udi.

Sejatinya, Jakarta berawal dari Sunda Kelapa, sebuah pelabuhan penting milik Kerajaan Sunda di masa lampau. Pada 22 Juni 1527, pasukan Kesultanan Demak yang dipimpin oleh Fatahillah berhasil merebut kawasan strategis tersebut dari kekuasaan bangsa Portugis.

Setelah kemenangan besar itu, nama pelabuhan diubah menjadi Jayakarta yang berarti kota kejayaan. Momen bersejarah inilah yang hingga kini terus diperingati sebagai hari jadi resmi kota Jakarta. Tahun 2027 nanti menandai tepat 500 tahun momen kemenangan Demak atas Portugis.

Film dokumenter sejarah kota sebelumnya bukan barang baru di Indonesia. Bahkan, beberapa film tersebut mengangkat kisah tentang sejarah Jakarta. Misalnya saja, ada film Jakarta Maghrebi yang menyoroti warisan budaya Arab di ibu kota. Kemudian ada pula Jembatan Kota Intan yang memotret transformasi kawasan Kota Tua Jakarta dari masa Batavia hingga era modern.

Museum saksi sejarah Jakarta | Pemprov DKI Jakarta

Bagaimana Film Dokumenter 500 Tahun Jakarta akan Dibuat?

Wacana sudah mantap, dukungan didapat, sutradara pun sudah ada. Lantas, bagaimana film dokumenter 500 tahun Jakarta akan dibuat?

Tengku Muhammad Dhani Iqbal selaku sutradara punya jawabannya. Ia mengatakan film dokumenter tersebut akan berpijak pada sumber-sumber primer yang merekam sepak terjang Portugis terhadap dunia Islam sejak awal abad ke-16.

Terkait ketersediaan sumber-sumber primer yang ada, Tengku menjelaskan jika itu semua kini dapat diakses. Selanjutnya, sumber yang ada akan ditransformasikan ke dalam medium audiovisual.
“Sumber primer dari Portugis, seperti dari Joao de Barros, dan juga sumber Melayu seperti Sulalatus Salatin, dapat ditransformasikan ke dalam bentuk film dokumenter yang dapat mengantarkan periode penting ini kepada generasi demi generasi,” ucap Iqbal.

Terkait kolaborasi yang disinggung Biem, ia mengatakan dirinya telah membuka komunikasi dengan berbagai pihak. Diharapkan, semuanya bisa bersama-sama mewujudkan film dokumenter tersebut sebagai karya yang dapat dimiliki dan didukung bersama.

“500 tahun bukan waktu yang sebentar. Film dokumenter adalah satu ikhtiar untuk mewariskan ingatan bagi Jakarta yang pada 2027 nanti berusia 500 tahun,” pungkas Biem.

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

Tim Editorarrow

0
joy
Joy
0
cong_
Cong.
0
loved
Loved
0
surprised
Surprised
0
unliked
Unliked
0
mad
Mad
Merekam Sejarah 500 Tahun Jakarta Lewat Sinema
Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Login

To enjoy KOMBI.ID privileges, log in or create an account now, and it's completely free!

Follow Us