Legenda Sebah Simah dan Raja yang Licik, Cerita Rakyat dari Lampung | Magnific AI
Legenda Sebah Simah dan raja yang licik adalah salah satu cerita rakyat yang berasal dari daerah Lampung. Legenda ini berkisah tentang seorang pemuda baik hati yang berhasil mendapatkan balasan dari kebaikan yang sudah dia perbuat sebelumnya.
Bagaimana kisah lengkap dari legenda Sebah Simah tersebut?
Legenda Sebah Simah dan Raja yang Licik, Cerita Rakyat dari Lampung
Dikutip GNFI dari buku Letti S. dan Maman S. Mahayana yang berjudul Cerita Lisan Rakyat Lampung Way Kanan, alkisah pada zaman dahulu ada seorang pemuda bernama Sebah Simah. Dirinya hidup bersama sang istri bersama.
Hanya saja Sebah Simah hidup serba berkekurangan. Walau begitu, dirinya memiliki hati yang baik dan mulia.
Pada suatu hari, Sebah Simah pergi ke pasar untuk membeli peci baru. Setelah itu, dia kembali ke rumah.
Di tengah perjalanan, Sebah Simah berpapasan dengan seseorang yang memakai peci buruk. Orang tersebut kemudian berkata apakah Sebah Simah mau bertukar topi dengan dirinya.
Tanpa pikir panjang, Sebah Simah menukarkan pecinya begitu saja. Dia pun kembali pulang dengan peci yang sudah buruk di atas kepala.
Begitu tiba di rumah, sang istri tentu heran melihatnya. Dia bertanya mengapa Sebah Simah masih memakai peci yang buruk.
Sebah Simah kemudian menceritakan apa yang dia alami di jalan. Sang istri menjadi marah dan berkata mengapa suaminya bisa berlaku demikian.
Namun Sebah Simah tidak memikirkan hal itu lebih lanjut. Dia hanya mau berbuat baik saja.
Sebah Simah kemudian pergi ke pantai untuk pergi memancing. Setelah menunggu cukup lama, pancingannya pun bergetar dengan kencang.
Dengan cekatan Sebah Simah menarik pancingannya tersebut. Ternyata Sebah Simah berhasil mendapatkan seekor ikan yang sangat besar.
Alangkah senangnya Sebah Simah mendapatkan ikan tersebut. Namun begitu dia hendak pulang, ikan tersebut tiba-tiba bisa berbicara.
Ikan itu memohon agar Sebah Simah melepaskannya kembali. Ikan itu berjanji akan mengabulkan apa saja permintaan Sebah Simah nantinya.
Sebah Simah merasa iba melihat ikan tersebut memohon. Dirinya kemudian melepaskan kembali ikan tersebut ke habitatnya.
Di tempat tinggal Sebah Simah, hiduplah seorang raja. Ternyata raja ini terpesona dengan kecantikan istri Sebah Simah.
Dia pun berniat untuk menjadikan istri Sebah Simah sebagai permaisurinya. Namun dia tentu tidak bisa berbuat semena-mena begitu saja.
Sang raja kemudian mencari cara agar bisa menyingkirkan Sebah Simah. Dia pun memanggil pemuda itu ke istana.
Sebah Simah pun memenuhi panggilan tersebut. Dirinya pergi ke istana dan menghadap sang raja.
Di sana, sang raja berkata jika dia tengah sakit keras. Dia meminta Sebah Simah untuk mencarikan obat untuknya.
Obatnya pun tidak sembarangan. Sang raja meminta Sebah Simah untuk mencarikan lidah naga untuknya.
Bagi orang awam, permintaan itu tentu mustahil dilakukan. Sang raja berharap jika Sebah Simah tidak bisa kembali dari pencarian obat tersebut, sehingga dirinya bisa menikahi istri pemuda itu.
Sebah Simah dengan yakin memenuhi permintaan sang raja. Dengan percaya diri, Sebah Simah pamit kepada istrinya dan pergi mencari obat tersebut.
Tidak butuh waktu lama bagi Sebah Simah untuk memenuhi tugas tersebut. Dia hanya pergi ke pantai dan memanggil ikan besar yang pernah ditangkap sebelumnya.
Sebah Simah meminta ikan tersebut memenuhi janjinya. Ikan itu pun bersedia memenuhi perkataannya karena Sebah Simah sudah berbuat baik sebelumnya.
Pemuda tersebut berkata jika dia disuruh mencari lidah naga oleh sang raja. Ajaibnya, ikan tersebut langsung memberikan permintaan Sebah Simah pada saat itu juga padanya.
Sebah Simah akhirnya kembali ke istana raja dalam waktu singkat. Sang raja tentu terkejut dengan kedatangan Sebah Simah.
Pemuda itu pun mengeluarkan lidah naga di hadapan sang raja. Berkat kebaikan yang dia lakukan sebelumnya, Sebah Simah akhirnya tetap bisa hidup bahagia bersama istrinya.